Ririek Adriansyah (CEO PT Telkomsel): Telkomsel Terus Mendorong Digitalisasi

Tahun 2016 kinerja bisnis Telkomsel, alhamdulillah, bisa dijaga tetap tumbuh triple double digit. Ini dicapai tidak dengan mudah. Cukup berat juga. Dengan pertumbuhan APBN kita 5,1%, pertumbuhan industri telekomunikasi (telko) sebesar 9%-10%, kami bersyukur pertumbuhan Telkomsel sejalan dengan industri. Bahkan, bisa mempertahankan pertumbunan revenue kami sehingga mencapai triple double digit.

Dari berbagai hal yang terjadi pada 2016, yang paling ramai di industri ini adalah pembahasan perubahan peraturan biaya interkoneksi yang belum clear juga hingga saat ini. Industri telko di negara ini sebenarnya belum sepenuhnya sehat. Dalam arti, harga relatif lebih murah dibandingkan negara lain; termasuk nomor tiga paling murah di dunia.

Rikrik Ardiansyah

Rikrik Ardiansyah, Presdir Telkomsel

Idealnya, industri telko memenuhi tiga hal. Pertama, layanannya harus terjangkau, kualitas memenuhi syarat minimal.

Kedua, operatornya harus sustain, terjaga kelangsungannya. Kalau layanannya terlalu murah, untuk jangka pendek konsumen senang, tetapi tidak sehat karena banting harga buat operatornya untuk jangka panjangnya. Operator harus mampu bertahan dan terus membangun jaringannya. Ini memang jadi pekerjaan rumah kita bersama, terutama pihak regulator, agar operator tidak tutup.

Ketiga, layanan tidak merata. Ini masih saya temui. Belum lama ini saya ke Pulau Alor, mereka harus jalan 20 km untuk bisa dapat sinyal untuk menelepon. Hanya Telkomsel yang bisa menyediakan sinyal di sana.

Kami berharap aturan pemerintah mendorong terpenuhinya layanan yang merata ini, bukan justru membuat mereka enggan membangun jaringan. Tahun 2016 memang masih berat buat industri telko walau industri tumbuh. Pertumbuhan layanan data, baik volume maupun revenue, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan layanan legacy seperti voice dan SMS. Saya yakin tahun ini juga demikian. Saya prediksi pertumbuhan data tetap akan tinggi. Komunikasi voice akan tumbuh tetapi lebih kecil, sudah single digit, di bawah 5%.

Layanan inklusi menjadi perhatian Telkomsel selama 2016, juga tahun ini. Jumlah rekening bank kini hanya 60 juta, itu pun pemegang rekeningnya bisa dobel-dobel oleh satu orang, Telkomsel dengan produknya TCash terus memperluas layanan agar akses perbankan bisa masuk hingga pelosok, juga wilayah perkotaan yang masyarakatnya belum tertarik menggunakan layanan perbankan.

Untuk terus menjaga pertumbuhan itu, kami terus investasi network Telkomsel di broadband, terutama 4G. Kami sudah mengenalkan 4,5G. Kami memastikan jaringan menjadi selalu yang terbaik dibandingkan yang lain. Kemudian, lebih mengenalkan layanan yang lain,. terutama yang lebih produktif untuk masyarakat. Kondisi negara lain berbeda; tidak semua yang diterapkan di sana bisa diterapkan di sini. Paket-paket layanan kami sesuaikan dengan perkembangan di masyarakat. Ada beberapa layanan baru yang akan kami kenalkan tahun ini, baik ritel maupun yang Internet of things (IoT) dan machine to machine (M2M).

Kami terus memperluas jaringan sebagai strategi meningkatkan, terutama memperkuat jaringan 4G untuk layanan kualitas Telkomsel. Telkomsel akan terus mendorong digitalisasi meskipun saat ini pengguna Internet di Indonesia masih belum merata, sebesar 30%-40% dari total pengguna ponsel. Korea Selatan sudah 100%. Sudah saatnya negara ini dibawa ke arah digital untuk antisipasi digital ekonomi. Digital ekonomi mendorong lebih transparan, efisien dan produktif. Digitalisasi harus meningkatkan produktivitas yang akhirnya mendorong peningkatan ekonomi. Misalnya, mengembangkan aplikasi yang bisa menghitung waktu tunggu kendaraan umum. Sekitar 92% transaksi di Indonesia masih tunai. Telkomsel sebagai operator terbesar akan mendukung transaksi nontunai dengan layanan digital yang terus ditingkatkan.

Dalam sembilan bulan pertama 2016, pendapatan dari digital services Telkomsel Rp 2,1 triliun. Pada kuartal III/2016 digital services Telkomsel naik 40,4% dibanding 2015 atau sebesar Rp 1,49 triliun. Layanan digital yang ditawarkan adalah musik, TCash, games, konten video, digital advertising, dan M2M. Untuk kinerja bisnis konektivitas data, kuartal III/2016 pendapatan Telkomsel Rp 22,172 triliun, tumbuh 40,8% dibandingkan periode yang sama 2015.

Tahun ini Telkomsel menyiapkan capital expenditure sekitar 15% dari pendapatan 2016 dan sebagian besar untuk membangun jaringan 3G dan 4G. Salah satu yang menjadi faktor pertumbuhan industri adalah regulasi. Target Telkomsel tahun ini tumbuh inline dengan pertumbuhan industri. Kami berharap pemerintah mengeluarkan aturan yang mendorong ke arah industri yang lebih sehat.(*)

Herning Banirestu/Eddy Dwinanto Iskandar

Editor : Harmanto Edy Djatmiko
Journalist : Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Irma Wulan Sari, Membesarkan Norlive sebagai Produk Fashion Berkualitas Global

Modal reputasi dan rekam jejak yang apik di bisnis konveksi membuat Irma Wulan Sari berhasil membesarkan Norlive, merek fashion yang...

Close