Strategi Jitu Mengelola Gen Y

Karyawan gen Y adalah profesional muda yang cenderung menggunakan saluran komunikasi baru yang tinggi. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi, berpikiran terbuka, bermental positif dan mengusung self empowerment sebagai motivasi kerja. Tapi, mereka juga cepat bosan, sehingga mudah sekali berganti-ganti tempat kerja. Bagaimana mengelola karyawan gen Y? Mariko Asmara Yoshihara, Presiden Direktur PT JAC Indonesia, mengungkapkannya kepada Rangga Wiraspati:

Mariko Asmara (utama)

Apa saja sifat-sifat khas gen Y?

Gen Y terlahir dalam keadaan yang serba tersedia. Karakteristik gen Y antara lain: cepat bosan, penggunaan saluran komunikasi baru yang tinggi, level kepercayaan diri yang tinggi, open-minded dan bermental positif, dan mengusung self empowerment sebagai motivasi kerja.

Dengan penggunaan saluran komunikasi baru seperti media sosial yang tinggi, terkadang gen Y cenderung mudah percaya terhadap informasi dari media sosial tersebut. Lalu, karena sangat terekspos terhadap berbagai macam informasi dan referensi, Gen Y dapat menjadi over-confident, sebab ia dapat dengan mudah berpendapat tanpa harus merasakan pengalaman empirisnya sendiri.

Mengapa mereka cenderung mobile (gampang pindah) dalam bekerja?

Gen Y cenderung gampang dalam berpindah-pindah pekerjaan dan kantor karena mereka cepat bosan dan rentan terhadap tantangan yang tidak disukainya. Gen Y memang tidak terlalu ambisius; uang bukanlah satu-satunya motivator utama lagi, akan tetapi tantangan yang sesuai dengan minatnya. Oleh karena itu, banyak anggota Gen Y yang tidak cocok dengan situasi kompetisi di kantor. Selain itu gen Y juga sangat peduli untuk menghabiskan waktu luang dengan teman dan keluarga, sehingga mereka gusar jika waktu privatnya diutak-atik oleh pekerjaan kantor.

Ada fenomena bahwa gen Y lokal di perkotaan cenderung tidak mau jika dipindahkan ke kantor cabang perusahaan di daerah. Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak mau ambil pusing akan hal ini, sehingga mereka malah menyewa ekspatriat muda untuk posisi manajerial level menengah seperti branch manager, misalnya. Ekspatriat cenderung lebih mudah untuk ditempatkan di berbagai kota di Indonesia dibandingkan dengan gen Y lokal. Saat ini trennya sudah seperti itu, dan jika terus berlangsung bisa mengancam peluang gen Y lokal.

Mariko Asmara (tegak)

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)