Strategi Telkom Genjot Pertumbuhan Bisnis Tahun 2014

Bisnis telekomunikasi pada 2014 diperkirakan akan tumbuh 6% - 8%.  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menargetkan tumbuh di atas pertumbuhan industri. Karena kontribusi PT Telkomsel terhadap penerimaan dan laba  Telkom sekitar 70%, maka strategi Telkom adalah ekspansi Telkomsel ke luar negeri. Jika tahun 2013 Telkomsel sudah menginjakkan kakinya di 6 negara, maka tahun 2014 akan bertambah 10 negara lagi. Apalagi yang akan dilakukan Telkom untuk menggenjot pertumbuhan di 2014, dipaparkan Dirut PT Telkom Arief Yahya kepada M.Januar Rizki:

Arif Yahya

Menurut Anda, bagaimana prosepek bisnis telekomunikasi tahun depan?

Untuk pertumbuhan telekomunikasi secara umum diperkirakan tumbuh 6%  -   8% di tahun 2014. Kami ingin tumbuh di atas itu. Tahun ini di Q3 keuntungan bersih mencapai 11%.  Padahal di market hanya tumbuh 7%. Kami masih optimistis di tahun depan pertumbuhan bisa mencapai di atas market.

Peluang-peluang baru apa yang masih digarap di bisnis telekomunikasi ini? Bagaimana strateginya untuk menangkap peluang tersebut?

Ekspansi ke luar negeri menjadi strategi kami untuk mengembangkan bisnis telkomunikasi Telkom. Kami menyasar negara-negara yang penduduk Indonesianya cukup banyak. Tahun ini sudah ada enam negara, tahun 2014 menjadi 10 negara.

Apakah Anda optimistis, bisnis perusahaan masih tetap tumbuh?

Strategi Telkom sendiri adalah mengutamakan pertumbuhan bisnis dengan mengutamakan yang utama. Di Telkom sendiri pusat pertumbuhan yang utama, yaitu Telkomsel, Indonesia Digital Network. Untuk Telkom, 60% -70% kontribusi dari revenue dan net profit ada di Telkomsel, maka fokus utama ada di Telkomsel. Pelanggan sendiri saat ini ada 127 juta. Tahun depan kami targetkan menjadi 130 juta. Kami optimistis.

Ditargetkan tumbuh berapa persen?

Untuk industri sendiri, diperkirakan rata-rata pertumbuhan industri telekomunikasi mencapai 6%. Kami menargetkan minimal setengah dari jumlah pertumbuhan harus kami ambil. Kami harus tumbuh di atas pertumbuhan pasar.

Apakah ada rencana melakukan investasi atau ekspansi?

Kami berencana melakukan ekspansi ke sepuluh negara. Saat ini, sudah ada enam negara yaitu, Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Austalia, Myanmar dan Malaysia. Dalam semester pertama tahun depan ditargetkan ada dua negara yang menjadi sasaran. Negara yang potensial yaitu, Taiwan, Makau dan Saudi Arabia.

Strategi kami yaitu ekspansi ke negara-negara yang banyak penduduk Indonesianya karena pasar sudah jelas. Di negara-negara tersebut kami bertindak sebagai operator telekomunikasi. Sehingga, warga negara Indonesia yang berada di sana bisa menggunakan Telkomsel.

Kami tidak menggunakan investasi, tetapi kami menyewa jaringan yang sudah ada di sana. Biaya sewa disesuaikan dengan jumlah pelanggannya. Misalnya, jumlah pelanggannya satu juta nanti biaya sewa dikalikan dengan argo di negara tersebut.

TelkomYahya (utama)

Apakah ada rencana untuk melakukan akuisisi perusahaan Telko lain?

Merger itu adalah suatu keniscayaan. Hampir pasti merger, tidak bisa tidak. Jika ingin besar operator di seluruh dunia harus tiga. Tidak bisa empat, karena skalanya menjadi kecil.

Berapa Capex yang dianggarkan, dan dialokasikan untuk apa saja?

Untuk capex tahun depan secara persentase sebesar 20% dari revenue. Nominal sendiri mencapai US$ 2 miliar. Dari total tersebut, dianggarkan untuk seluler atau Telkomsel sebesar 50% - 60%. Lalu, sebesar 20% - 30% untuk broadband.

Inovasi-inovasi apa saja yang akan dilakukan PT Telkom untuk mengembangkan bisnisnya?

Pembangunan infrastruktur sendiri akan dilakukan sebagai peningkatan pelayanan seperti, peningkatan jumlah BTS. Komposisinya tahun ini 70% BTS 3G dan 30% 2G. Tahun depan 75% 3G dan 25% 2G. Jumlah BTS sendiri akan ditingkatakan sekitar seribu BTS per bulan.

Lalu, kami juga berencana investasi ke data. Saat ini, 80%  pendapatan dari seluler. Namun, tahun 2018  lebih dari 50% pendapatan dari data. Sehingga, frekuensi-frekuensi yang dialokasikan untuk data menjadi nilai yang sangat tinggi ke depannya. Pendapatan dari paket data Telkom saat ini sekitar 15% - 20% dari total pendapatan. Tahun 2018, pendapatan dari paket data sekitar 40% - 50%. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)