Neneng Goenadi: Survei Accenture 50% Wanita Indonesia Puas dengan Pekerjaannya

Seiring dengan perkembangan zaman, tidak sedikit wanita yang mendobrak mitos seputar karier atau pekerjaan. Jika dulu wanita identik dengan segala pekerjaan yang berhubungan dengan rumah tangga, tidak untuk hari ini. Terutama di Indonesia, isu seperti ini masih mendapatkan perhatian yang cukup besar di beberapa lapisan masyarakat.

Accenture, salah satu perusahaan konsultan manajemen, layanan teknologi serta outsourcing, untuk kesekian kalinya meluncurkan hasil survei mengenai wanita yang merupakan satu paket dari peringatan International Women’s Day.

Peringatan yang jatuh para tanggal 8 Maret di setiap tahunnya ini, dijadikan momentum yang tepat oleh Accenture untuk menghadirkan sebuah penelitian mengenai wanita. Penelitian yang pada tahun ini mengusung tema “Defining Success. Your Way” ini dilakukan sebagai bagian dari studi global Accenture, yang dirancang untuk memberikan pandangan mengenai perilaku dan sikap karier perempuan.

Rencananya, hasil penelitian tersebut akan dipaparkan secara rinci dan dirilis secara lengkap pada tanggal 8 Maret mendatang. Tidak ketinggalan, Accenture turut mengundang beberapa pakar terkemuka untuk turut memberikan pandangannya pada acara yang rencananya akan digelar pada peringatan International Women’s Day tersebut.

Sebenarnya apa saja yang ingin dituju oleh Accenture dalam penelitian ini, dan apa saja hasil temuan menarik pada penelitian kali ini, Neneng Goenadi, Executive Director sekaligus Country Lead dari Indonesia Resources Operating Group (ROG), bersedia meluangkan waktu untuk berbincang seputar hal tersebut.

Berikut adalah hasil wawancara SWA dengan wanita yang juga menjabat di ASEAN Human Capitals Diversity Lead dan Asia Pacific Inclusion and Diversity Lead, kemarin siang di kantor Accenture.

Apa latar belakang Accenture melakukan penelitan seputar wanita dan karier ini?

Penelitian pada tahun ini, dengan mengusung tema “Defining Success. Your Way”, merupakan penelitan yang berbeda dengan yang dilaksanakan pada tahun lalu. Sejak tahun 2005, setiap tahunnya, Accenture melakukan penelitian seputar wanita sekaligus untuk memperingati International Women’s Day. Perbedaan tersebut terletak pada tema yang kami usung setiap tahunnya.

Meski begitu, dari penelitian yang kami lakukan di setiap tahun ini, selalu terdapat “benang merah” yang sama, yaitu seputar wanita dan karier. Intinya, kami berusaha melakukan penelitian yang nantinya dapat menginspirasi wanita dalam menemukan kesuksesan dalam dunia kerja.

Neneng Goenadi

Bagaimana metode dari penelitian ini?

Accenture telah melakukan penelitan ini sejak tahun 2005. Untuk penelitian kali ini, Accenture sudah mulai melakukan penelitian secara online terhadap 4.100 eksekutif dari organisasi menengah hingga besar dari 33 negara, yaitu: Argentina, Australia, Austria, Belgia, Brazil, Kanada, China, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Norwegia, Filipina, Polandia, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Setidaknya 100 responden dari setiap Negara berpartisipasi dalam survey ini, dengan pengecualian untuk Norwegia, Swedia, Denmark, dan Finlandia yang total memiliki 200 rseponden. Responden tersebut kemudian dibagi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan posisi mereka dalam perusahaan. Tingkat ketidaktepatan (margin of error) dari seluruh sampel diperkirakan mencapai kurang lebih 2%. Seiring perkembangannya, penelitian ini tidak hanya melibatkan kaum wanita saja tetapi juga kaum pria. Kami melakukan penelitian ini kepada mereka-mereka yang berada di posisi middle -  top management.

Apa temuan menarik pada penelitian kali ini, terutama di Indonesia?

Di Indonesia, penelitian menunjukan bahwa tepatnya setengah dari para profesional wanita mengaku puas dengan pekerjaan mereka. Tercatat 50% wanita mengatakan hal tersebut. Angka seperti ini lebih tinggi dibandingkan yang terjadi di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Selain itu, penelitian kali ini juga menunjukan bahwa 64 persen dari professional Indonesia mengatakan bahwa mereka adalah pecandu kerja (workaholic), lebih tinggi jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di kawasan Asia Tenggara.

Dari hasil penelitian kali ini juga menunjukan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan dan kehidupan di luar pekerjaan, serta uang, merupakan pertimbangan yang paling penting bagi para professional Indonesia saat mendefinisikan arti kesuksesan berkarir. Hasil  penelitian tersebut sedikit mengesampingkan faktor-faktor lain sebagai pertimbangan bekerja, seperti pengakuan, kemandirian, dan kemajuan.

Namun, di penelitian kali ini juga menunjukan bahwa professional di Indonesia lebih cenderung meminta kenaikan gaji atau promosi, dibandingkan dengan rekan-rekannya di negara Asia Tenggara lainnya.

Mengapa demikian?

Saya melihat, adanya perkembangan dan peningkatan perekonomian Indonesia yang semakin hari semakin baik, menjadi faktor utama terhadap hasil yang didapatkan dari penelitian kali ini. Sebenarnya saya melihat definisi pecandu kerja berbeda-beda. Tapi saya melihat, Indonesia yang sedang growing (perekonomian) menjadi faktor utama dari terciptanya 64% wanita pecandu kerja di Indonesia, dan tertinggi jika dibandingkan dengan yang terjadi di negara-negara lain di asia Tenggara. Dengan pertumbuhan perkonomian Indonesia yang sedang bagus ini, otomatis professional yang ada disini mengalami push to the limit.

Lantas, apa saja yang bisa menjadi faktor pendukung dalam mencapai kepuasan kerja?

Seperti dari hasil penelitian kami secara global, terdapat beberapa hal yang menjadi faktor pendukung seseorang mencapai sebuah kepuasan kerja. Pada penelitian kali ini, 50% wanita mengaku puas dengan pekerjaan mereka.

Dari situ kami mencari apa yang menjadi penyebab kepuasan mereka tersebut. Ternyata ada dua hal yang menjadi faktor utama dalam mencapai kepuasan kerja. Yang pertama yaitu pentingnya fleksibilitas bekerja. Hal tersebut terwakilkan dari 48% wanita yang mengatakan hal tersebut.

Fleksibilitas dalam jadwal kerja sangat penting bagi wanita para profesional, utamanya wanita. Dengan banyaknya tugas seorang wanita, yang terbagi pada pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga, tidak heran jika fleksibilitas waktu kerja menjadi faktor yang cukup penting dalam menentukan kepuasan wanita dalam berkarier.

Faktor lain yang dapat menentukan kepuasan wanita dalam bekerja adalah lingkungan kerja yang baik.  Sebanyak 58% wanita menginginkan lingkungan kerja yang baik, dapat mengapresiasi pekerjaan mereka, dan jujur.

Apa yang ingin disasar dari penelitian kali ini dan apa tujuan diadakan penelitian ini?

Kami ingin turut serta memperingati International Women’s Day dan juga sekaligus mengundang klien-klien kami. Di sisi lain, kami juga ingin mempromosikan inklusi dan keragaman di lingkungan kami sendiri  terhadap lingkungan di luar kami, dimana itu adalah klien-klien kami. Dan yang pasti kami juga ingin mempromosikan hal ini secara lebih luas dan memberikan masukan kepada instansi terkait seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia.

Selain itu, kami berharap membantu perusahaan-perusahaan yang ada agar mampu melihat dan mencari kesuksesan wanita dalam bekerja. Karena dengan begitu, nantinya akan membantu sebuah perusahaan tersebut untuk mendapatkan hasil yang diinginkan oleh perusahaan. Dan membantu human capital group di setiap perusahaan untuk melihat apa saja employee value preposition secara garis besarnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)