Thong Sannelius, Terobosan Doku Wallet di Dunia e-Commerce

Thong Sennelius, CEO PT Nusa Satu Inti Artha (Doku), mengatakan, mekanisme pembayaran perdagangan secara online (e-commerce) sekarang ini masih mengandalkan penggunaan kartu kredit, kartu debit, dan transfer. Padahal, tidak semua masyarakat Indonesia mempunyai rekening di bank. Karena itu setelah bergelut selama 6 tahun sebagai penyedia layanan pembayaran online di segmen korporat, perusahaan pun hadir untuk melayani konsumen.

Untuk mengetahui seberapa besar potensi bisnis e-commerce dan peran Doku dalam menggarap pembayaran perdagangan secara real time ini, berikut nukilan wawancara Ester Meryana dengan Thong.

Berapa banyak masyarakat kita yang melakukan transaksi e-commerce?

Dari transaksi yang kita lihat selama 6 tahun  men-support e-commerce, memang kelihatan nggak banyak orang kita yang punya kartu kredit,  debit atau akun bank. Lalu, kita pikirkan solusi untuk kita bikinkan (Doku) wallet.

Lantas, bagaimana Doku memanfaatkan peluang pasar yang ada?

Thong Sennelius, CEO PT Nusa Satu Inti Artha (Doku)

Pangsa pasar yakni masyarakat yang tidak mempunyai akun di bank itu masih besar. Kesempatan ini yang tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh Doku. Karena itu, perusahaan bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia yang memang sedang berupaya mengembangkan diri menjadi bank transaksi dan branchless banking.

Sejak kapan bermitra dengan BNI?

Kerja sama dengan BNI, yang selalu jadi bank rekanan kita dari sejak berdiri sampai sekarang, dan mereka sangat tanggap dengan kesempatan seperti ini.

Bagaimana perjalanan bisnis Doku dari awal dan perkembangan terkini?

Doku sendiri tadinya melayani pembayaran online di segmen korporat sejak 6 tahun lalu. Ada sekitar 300 merchant yang dilayani oleh Doku, mulai dari maskapai sampai perusahaan penjual tiket. Tidak tanggung-tanggung, nilai transaksi yang dikelola Doku dari ratusan merchant tersebut mencapai Rp 3,8 triliun pada tahun 2012. Setiap tahun ada kenaikan nilai transaksi sebanyak 75-100 persen.

Para korporat ini menjual barang atau jasa, yang tadinya bisa dibeli oleh orang-orang yang punya kartu kredit atau pakai transfer. Sekarang korporatnya masih sama, tapi pelanggan baru ini yang mau kita bawa kepada mereka. Supaya bisa beli juga barang mereka. E-commerce itu bisa berkembang lagi.

Apa keunggulan Doku Wallet bagi konsumen?

Terkait produk,  calon-calon pemegang Doku Wallet ini nggak perlu punya kartu kredit, nggak perlu punya rekening bank, dan bisa buka rekening wallet ini. Dan bisa isi sendiri, jadi benar-benar seperti dompet. Dan dompetnya bisa dipakai di dunia maya.

Doku Wallet yang diluncurkan Senin kemarin ini berbeda dengan kartu-kartu prepaid yang sedang berkembang sekarang ini. Jenis pelayanan kartu itu dipandang terbatas, atau tidak bisa dipakai untuk transaksi online.  Jika dompet sekarang yang prepaid, seperti e-toll, tidak bisa dipakai di online.

Produk Doku Wallet ini adalah yang pertama di Indonesia. Kelebihannya yang dimiliki produk ini adalah bisa transfer antarwallet. Tanpa kena biaya juga. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)