8 Wirausaha Mikro Raih Citi Microentrepreneurship Awards 2018

Citi Indonesia (Citibank) memberikan penghargaan kepada pemenang wirausaha mikro terbaik pada ajang kompetisi dan penghargaan Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) 2017-2018 di Jakarta  (5/4/2018).

Penghargaan tersebut diberikan kepada delapan wirausaha mikro terbaik dan satu lembaga keuangan mikro terbaik. Acara ini merupakan program unggulan Citibank yang didanai oleh Citi Foundation dan dilaksanakan di 30 negara, termasuk Indonesia. Sejak tahun 2005, 13.000 pengusaha mikro Indonesia telah mendaftarkan diri pada ajang ini dan 240 di antaranya mendapatkan penghargaan.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menuturkan, kemandirian wirausahawan selalu berawal dari hal-hal kecil terlebih dahulu, kemudian dengan kegigihan untuk maju, akan berkembang menjadi lebih besar. Semakin banyak masyarakat yang berani dan siap berwirausaha mulai dari skala mikro, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Citi Microentrepreneurship Awards bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro. “Acara ini bisa menggali potensi para entrepreneur dan mengembangkan para pengusaha yang ada di beberapa wilayah Indonesia. Saya berharap lebih banyak lagi peserta yang terjaring dengan berbagai kategori agar elemen dari pada pengusaha atau UKM yang memiliki potensi, baik itu anggota koperasi maupun pemilik usaha, dapat terekspos dengan baik,” ujar Christina Agustin, Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Sumberdaya KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Pada penyelenggaraan CMA periode ini, terdapat lebih dari 800 pengusaha mikro dari berbagai provinsi di Indonesia yang mendaftarkan diri. Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki menjelaskan, dari jumlah tersebut, 50 peserta terbaik dipilih sebagai semifinalis, dan kemudian diseleksi hingga terpilih 20 finalis yang berkesempatan mengikuti pembekalan selama tiga hari.

Para finalis kemudian mengikuti penjurian oleh para penilai yang kompeten dari berbagai latar belakang, di antaranya akademisi, pelaku sektor finansial, jurnalis, pelaku bisnis, dan institusi pemerintah terkait. Dengan keseluruhan proses ini, kami berharap para peserta dapat memetik pengalaman berharga yang bermanfaat bagi pengembangan usaha di masa mendatang.

Data Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa pelaku usaha mikro memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlahnya yang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, terdapat 2.887.015 usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terus meningkat, di mana pada tahun 2015 naik 17.3% menjadi 3.385.851 unit usaha mikro.

Restog K. Kusuma, Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengatakan bahwa Citi Microentrepreneurship Awards adalah program pemberdayaan pengusaha mikro yang progresif dan signifikan dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

“Program Citi Microentrepreneurship Awards 2017-2018 bertujuan tidak hanya sekedar memilih pemenang, namun juga memberikan kesempatan bagi usaha mikro untuk berinteraksi dan berjejaring dengan para praktisi dari berbagai latar belakang. Interaksi ini diharapkan akan memberikan informasi dan pengetahuan tambahan untuk pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan usaha mikro di Indonesia,” ungkap Andi Ikhwan, Indonesia Agriculture and Financial Services Director Mercy Corps Indonesia.

Penghargaan utama bagi dalam ajang ini, Microentrepreneur of the Year, diberikan kepada Nuri Ningsih Hidayati. Pengusaha asal Yogyakarta ini merupakan pencetus bisnis Marenggu Natural Dyes Batik. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan, produk batik yang ia produksi diwarnai dengan bahan alami, seperti daun, batang, kayu, dan kulit buah. Hal tersebut menimbulkan warna pucat yang menjadi ciri khas produk miliknya. Selain itu, batik milik Nuri memadukan motif modern dan tradisional.

Penghargaan CMA 2017-2018 juga diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam lima kategori kompetisi, yaitu agriculture, arts and creative design, fishery, green, dan service and culinary. Selain itu, terdapat pula tiga penghargaan khusus yang akan diberikan, di antaranya Young Microentrepreneur, Best Woman Microentrepreneur, dan Microentrepreneur of The Year. CMA 2017-2018 juga memberikan penghargaan untuk lembaga keuangan mikro, yaitu Microfinance Institution of the Year sebagai bentuk apresiasi terhadap lembaga pendamping terbaik.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)