ACT Kirim Paket Buka Puasa ke Kamp Pengungsian Somalia

Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sepanjang Ramadan ini akan menyiapkan 1.000 paket berbuka puasa untuk para pengungsi internal di Somalia. Belasan ribu kamp mini serupa rumah iglo memadati tanah lapang di Distrik Kaxda, Wilayah Administrasi Banaadir, Somalia.

Tim SOS for Somalia hadir di tengah kerumunan pengungsi di belasan ribu kamp mini serupa rumah iglo memadati tanah lapang di Distrik Kaxda, Wilayah Administrasi Banaadir, Somalia. Presiden ACT Ahyudin menyapa mereka, dibantu relawan lokal ACT yang bertindak sebagai penerjemah.

Bagi Ifa, salah satu pengungsi di sana, Ramadan kali ini adalah Ramadan pertama yang ia dan anak-anaknya jalankan sebagai pengungsi. Ibu paruh baya ini sudah menempati kamp pengungsian di Kaxda selama lebih dari setahun. Tepatnya, sebelum bencana kekeringan meradang di sebagian besar wilayah Somalia Februari lalu.

Ia beserta keluarganya berasal dari Baidoa, Wilayah Administrasi Bay, 240 km dari Mogadishu. Mereka terpaksa bereksodus karena kekeringan terlebih dulu melanda kampung halaman mereka. Ia dan anak-anak berjalan kaki dari Baidoa hingga Qoriyooley, Wilayah Administrasi Lower Shebelle yang berbatasan langsung dengan Banaadir. Lebih dari 200 kilometer mereka tempuh dengan berjalan kaki karena tak kunjung menemukan mobil yang bisa mengangkut mereka ke Mogadishu.

“Baru di Qoriyooley kami mendapatkan tumpangan mobil. Lalu kami lihat ada barisan kamp di Banaadir. Kami memutuskan turun dan mendirikan kamp di sana,” ungkap Ifa yang sempat berpindah-pindah kamp selama setahun belakangan ini sebelum akhirnya mendirikan kamp di Kaxda. Dari Mogadishu, Banaadir hanya terpaut jarak 10-15 km.

“Kadang dapat paket iftar, kadang tidak dapat. Seringnya cuma berbuka puasa dengan minum air. Ada atau tidak ada makanan kita harus berpuasa,” ujar Ifa kepada Tim SOS for Somalia.

Kamp pengungsi internal yang berada di Kaxda menampung sekitar 11 ribu keluarga. Ahyudin mengungkapkan, Ramadan tahun ini, baru sekira 2 ribu keluarga yang mendapat bantuan iftar atau berbuka “mewah” dari sejumlah lembaga maupun individu. Sembilan ribu pengungsi sisanya hanya bisa berbuka dengan minum air saja, seperti Ifa dan keluarganya. Sementara itu, masih ada ratusan kamp sekitar Banaadir dan Mogadishu yang dihuni ribuan keluarga lainnya.

Tak lama lagi, Kapal Kemanusiaan akan melabuhkan jangkarnya di Pelabuhan Mogadishu, Somalia. Seribu ton beras siap menemui pemiliknya, para pengungsi yang tersebar di penjuru Somalia.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)