AJA IV Libatkan Media Sosial Peduli Isu Lingkungan

Porsi media massa nasional yang menyorot isu lingkungan memang masih minim. Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Eko Maryadi menegaskan bahwa hal ini diperkuat dengan sedikitnya media cetak yang memiliki konten khusus tentang lingkungan. Dari situlah peran media sosial mulai dilirik. Tujuannya adalah setiap warga dapat secara aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama dengan berkembangnya media sosial saat ini.

VPCorporate Secretary AQUA Group, Parmaningsih Hadinegoro

“Warga juga dapat melaporkan  pihak  yang  melakukan  pelanggaran  lingkungan  hidup  dan  memberikan  solusi  yang positif serta menyebarkannya di media sosial,” ujarnya dalam Diskusi “Peran Media dan Jurnalisme Warga dalam Menjaga dan Memelihara Air Bersih dan Lingkungan" yang menjadi bagian dari Peluncuran Anugerah Jurnalistik Aqua IV (AJA 1V).

AJA sendiri merupakan bentuk apresiasi Aqua Grup bagi awak media dan pegiat media sosial yang karyanya menginspirasi masyarakat dalam hal melestarikan air dan lingkungan. Adapun kategori karya yang dilombakan meliputi artikel (media massa dan sosial), foto (media massa dan sosial), liputan TV, serta dua karya paling inspiratif masing-masing dari media massa dan sosial. Seluruh karya yang dapat mengikuti AJA ini sudah pernah dipublikasikan baik di media massa maupun media sosial pada periode 1 Mei 2013 sampai 31 Juni 2014.

Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah “Air dan Kehidupan untuk Indonesia yang Lebih Sehat”, AJA menambahkan kategori karya foto dari masyarakat umum yang telah dipublikasikan di media sosial. Aktivis Media Sosial, Endah Nasution menyatakan bahwa media sosial kini menjadi ladang ide bagi pemberitaan media utama. “Karenanya, siapapun dapat memberikan informasi dan opini dengan hadirnya media sosial,” tandas Endah. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)