Aksi Jamu Tetes Kenkona Tekan Laju Covid-19 di Tasikmalaya

Masih tingginya jumlah kasus penderita Covid-19 di Indonesia menggerakkan institusi, perusahaan dan organisasi kemasyarakatan terus menyalurkan sumbangan. Berdasarkan data website Covid.go.id, jumlah kasus per Senin sore, 5 Oktober 2020 mencapai 307.120 orang. Jumlah ini terjadi penambahan pasien positif harian dalam 24 jam tercatat sebanyak 3.622 orang.

Untuk itulah pasien yang dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19 bertambah menjadi 4.140 orang. Dengan demikian akumulasi pasien yang sembuh dari Covid-19 untuk hari ini mencapai sebanyak 232.593 orang. Adapun pasien meninggal dunia bertambah hingga 102 orang, lebih banyak dari hari kemarin.

Produsen Jamu Herbal Tetes Kenkona dan HM Center pun untuk kesekian kalinya melakukan aksi social. Kali ini bakti sosial (baksos) dilakukan di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, pimpinan KH A. Bunyamin Ruhiat Sebelumnya baksos dilakukan di Pondok Pesantren Majelis Dzikir Terapi, Cibeureum Tasikmalaya yang diasuh oleh Ustad Pistol/Pelda KH M.Waryono, S.Pd.I.

Kegiatan Baksos ini merupakan bentuk kepedulian dan reaksi cepat tanggap membantu memitigasi daerah yang mengalami darurat serius pandemi Covid-19. “Mencermati tren angka Covid-19 di daerah ini yang mengindikasikan terjadinya peningkatan maka harus diupayakan penanganan secara serius, konprehensif dan terkoordinasi secara masif dan terstruktur. Ini penting agar tone mitigasi Covid-19 ini berada pada frekuensi yang sama,” ujar Ketua Umum HMS Center, Hardjuno Wiwoho dalam siaran pers (6/10/2020).

Menurutnya, angka positif Covid-19 di daerah Tasikmalaya ini masih tinggi. Karena itu, perlu koordinasi, baik dari aspek managemen penanganan 3T (treasing, testing dan treatment), teknis tatalaksana treatment pada pasien dan logistik penyangga, baik peralatan medik, penampungan, pangan, maupun pendukung lainnya yang akan mencukupi keperluan ektra dalam rangka percepatan dan efektifitas mitigasi pencegahan penyebaran virus mematikan ini.

“Kami hadir disini untuk membantu meringankan beban masyarakat. Dalam baksos ini, kami membagikan Jamu Herbal Tetes Kenkona yang diyakini menambah kekebalan atau imunitas terhadap tubuh manusia,” terang Hardjuno. Dalam kegiatan Baksos ini, HMS Center membagikan 1.000 botol jamu tetes Kenkona kepada masyarakat.

Dari informasi salah satu dokter yang bertugas di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya menyatakan berdasarkan hasil test swab terhadap 200 orang, jumlah terkonfirmasi positif 86 orang dari kluster Keluarga Ustad bersama para santri sekitarnya. Saat ini, sebanyak 84 orang dilakukan isolasi di wilayah Pontren karena tidak bergejala/asimtomatik atau bergejala ringan.

Menurut Hardjuno, Jamu Herbal Tetes Kenkona baik untuk kesehatan. Terutama, sebagai supporting treatment untuk peningkatan imunitas terhadap pasien terkonfirmasi positif maupun pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri atau kolektif di tempat penampungan.

“Setelah dilakukan treatment supporting tersebut, sekitar 5 – 10 hari, pasien yang positif setelah di test menjadi negatif, karena terjadi peningkatan imunitas sehingga tidak lagi menginfeksi-patologis tubuh pasien serta daya menularkan ke orang lain menjadi lemah,” jelasnya.

Dalam baksos ini Ketua Tim Advokasi Kesehatan HMS Center, DR. D’ Hiru yang juga formulator dan pakar herbalogi serta ilmuwan kedokteran holistik langsung melakukan pendampingan dan sekaligus sebagai konsultan untuk supporting treatment menggunakan jamu tetes Kenkona, madu, jeruk nipis pada spesifikasi gejala ringan pada masing-masing pasien.

Tujuan utamanya adalah untuk mengefektifkan penanganan ditingkat intermidiate pada isolasi kolektif, sehingga meminimalisir pasien yang berlanjut dirawat di RS-darurat maupun di RS-rujukan.

D’Hiru menegaskan model “supporting treatment” yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya nantinya akan dijadikan pilot project. Pola ini nantinya diterapkan di berbagai daerah terpapar pandemi Covid-19. Bahkan pelaksanaan yang simpel tanpa harus pendampingan dokter, dapat dilakukan secara simultan dari berbagai wilayah.

“Dari segi biaya juga sangat ekonomis dan meringankan beban para sejawat dokter dan para-medis yang bertugas di RS-Darurat & RS- Rujukan yang mulai kewalahan, over load dan berlebihan jam kerja,” ujar dia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)