Al Azhar dan Bank Indonesia Luncurkan E-eksis Untuk Edukasi Keuangan Syariah

YPI Al Azhar bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah meluncurkan program sinergi bertajuk E-eksis (edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Untuk Indonesia). Program ini bertujuan untuk membangun fondasi pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang ekonomi dan keuangan sesuai prinsip syariah dengan cara edukasi, kaderisasi dan memberikan inklusi ekonomi kepada seluruh masyarakat.

Ketua Umum YPI Al Azhar, H. Muhammad Suhadi, mengatakan, pihaknya akan bergerak untuk memulai E-eksis ini melalui komunitas Al Azhar. “Kami memiliki komunitas yang ada di 110 sekolah, komunitas orang tua siswa, pemuda masjid dan lainnya serta jaringan dakwah kami yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan samapi di Natuna dan papua juga ada,” ujarnya. Lewat komunitas-komunitas tersebut nantinya diharapkan akan lahir kader yang akan meneruskan ilmunya ke lingkungan sekitarnya.

Lebih detail Suhadi menjelaskan, nantinya E-eksis secara terarah dan berkesinambungan akan dimasukan lewat jalur kurikulum sekolahdan universitas, konten ceramah di masjid, konten kursus serta pengajian rutin AL Azhar, materi pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik, dan juga sebagai konten peningkatan kapasitas keilmuan komunitas pemuda masjid Al Azhar.

Program E-eksis ini juga akan melibatkan Laznas (Lembaga Zakat Nasional) Al Azhar sebagai mitra untuk menyiapkan AACLS (Al Azhar Center of Literacy Syariah) sebagai pusat Informasi serta kegiatan ekonomi dan keuangan syariah bagi komunitas di dalam dan di luar Al Azhar. AACLS direncanakan akan dikembangkan bersama dengan Univeristas AL Azhar Indonesia (UAI).

“Jadi dengan kerja sama ini nantinya kami sebagai institusi akademi dan Laznas Al Azhar bisa menjadi mediator untuk memberi edukasi mengenai ekonomi dan perbankan syariah bagi masyarakat luas,”ujar Rektor UAI, Dr.Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc.

Sementara itu dari pihak Bank Indonesia sendiri siap mendukung program edukasi seperti E-eksis. Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Edi Fairuzabadi menjelaskan pihaknya sendiri juga baru mulai memberikan perhatian penuh untuk ekonomi dan keuangan syariah dalam satu tahun terakhir ini. “Departemen ekonomi dan keuangan syariah di BI juga baru dibentuk setahun yang lalu,” ujarnya. Sehingga BI juga baru mulai menyusun blue print untuk depertemen tersebut.

BI sendiri menargetkan tahun 2024 nanti Indonesia akan menjadi kiblat ekonomi dan keuangan syariah, karena menurut Edi, Indonesia memiliki potensi yang besar salah satunya sektor UMKM yang terus berkembang pesat.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)