Anies Baswedan Turut Resmikan SMKN 2 Gedangsari

Anies Baswedan saat meresmikan gedung SMKN 2 Gedangsari. Anies Baswedan saat meresmikan gedung SMKN 2 Gedangsari.

PT Astra International Tbk melalui Yayasan Michael D. Ruslim (YPA-MDR) kembali membuat terobosan di bidang pendidikan. Yaitu membangun Gedung SMKN 2 Gedangsari Gunungkidul senilai Rp14,9 miliar  dengan visi jangka panjang, yakni membuat SMK menarik bagi masyarakat desa.

Anies Baswedan meresmikan gedung baru SMKN 2 Gedangsari (5/3). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut mengatakan bahwa ini merupakan terobosan penting karena pendidikan tidak dapat dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah saja.

“Secara moral, pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk dunia usaha. Astra sudah menunjukkan inisiatifnya di bidang pendidikan dengan terobosan dari SD sampai dengan SMK, di mana di desa sekolah juga menarik bagi siswa dan akhirnya bisa membuat mereka professional dan mandiri,” ujarnya.

Anies juga mengungkapkan bahwa Astra memiliki cara pandang yang berbeda dalam mengentaskan kemiskinan. Banyak pihak seringkali mengatasi masalah kemiskinan dengan cara sosial. Padahal, ada cara lain melalui jalur ekonomi.

“Perlu mensejahterahkan masyarakat prasejahtera agar dapat masuk dalam kegiatan ekonomi. Untuk itu perlu alat yaitu pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan dan membuka wawasan, tetapi sekaligus mensejahterahkan masyarakat,” ungkapnya.

Peresmian gedung baru SMKN 2 ini juga dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Gunungkidul Badingah. Penyerahan gedung SMKN 2 dilakukan oleh Direktur Astra International Djoko Pranoto kepada pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Bupati Badingah.

Djoko Pranoto menambahkan, partisipasi Astra melalui YPA-MDR ini bertujuan untuk memajukan dan memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berada di daerah, memperoleh kesempatan mendapat pendidikan yang bermutu baik. Hal ini pernah diungkapkan oleh inisiator pendiri YPA-MDR, yaitu almarhum Bpk. Michael Dharmawan Ruslim bahwa: “Yang membedakan kita dengan mereka yang tinggal di daerah adalah kesempatan. Indonesia akan maju dan berkembang bila penduduknya diberi kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan yang baik,” ujarnya.

Menurut Djoko, kepedulian Astra di bidang sosial dilakukan melalui empat pilar, yaitu bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan UKM dan bidang kesehatan. Selain itu, Astra bersama grup usahanya juga memiliki sembilan yayasan dalam mengimplementasikan program CSR. “Sekarang ini, salah satu yayasan Astra, YPA-MDR, menerapkan program khusus pendidikan di daerah tertinggal/prasejahtera,” tambah Djoko. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)