Baitulmaal Muamalat Salurkan Beasiswa ke 300 Penghafal Al Qur’an

Baitulmaal Muamalamt gelar  acara Mitra Matraman Peduli Sesama
Baitulmaal Muamalamt gelar acara Mitra Matraman Peduli Sesama

Bertempat di komplek Perkantoran Mitra Matraman, Jakarta Timur, (18/1/2019), Lembaga Amil Zakat Nasional yang didirikan Bank Muamalat, Baitulmaal Muamalat (BMM) mengadakan kegiatan “Mitra Matraman Peduli Sesama”.

Jika merujuk pada data BPS Jakarta Timur tahun 2018, di Kelurahan Kebon Manggis, di mana lokasi Perkantoran Mitra Matraman berada, masih banyak terdapat keluarga pra-sejahtera, dan keadaan tersebut tidak dijumpai di kelurahan lainnya di Jakarta Timur.

“Tujuan acara ini untuk membangun silaturahim dan ta’awun warga Mitra Matraman dan sekitarnya, serta membuktikan kiprah ZIS dalam meningkatkan kesejahteraan dan memajukan pendidikan dalam pembangunan nasional, “ujar Teten Kustiwan, Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat.

Acara tersebut terdiri dari tiga agenda utama, yaitukpemberian santunan kepada 100 anak yatim dan dhuafa di sekitar Kompleks Perkantoran Mitra Matraman.

Kedua, BMM juga memfasilitasi para karyawan perusahaan/lembaga di lingkungan kantor dan masyarakat sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Antusiasme karyawan dan warga sekitar cukup banyak terhadap aksi donor darah tersebut terdiri dari 100 orang peserta.

Ketiga, penandatanganan MoU Program Beasiswa Tahfizh Muamalat kepada 21 pesantren sebanyak 300 santri di wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat. Ratusan santri itu merupakan hasil penyaringan dari sekitar 100 pesantren di Indonesia yang mengajukan permohonan kerja sama beasiswa dari BMM.

Untuk menyeleksi pesantren tersebut, menurut Teten, kriterianya adalah pesantren yang iuran bulanan santri di bawah Rp 800 ribu per bulan. Selanjutnya, santri berhak mendapatkan beasiswa tahfizh atau penghafal Al Qur’an.

Menurutnya, BMM melakukan penyaringan pesantren-pesantren yang berhak menerima beasiswa tahfiz dengan kerja sama cabang-cabang Bank Muamalat di daerah setempat. Proses asesmen berlangsung selama dua minggu dan pesantren yang bisa berpartisipasi di program ini disyaratkan sudah berdiri minimal dua tahun.

“Sebanyak 300 santri penerima beasiswa tahfizh dari BMM ini merupakan angkatan pertama. Peserta dari pesantren di paling timur Indonesia berasal dari Lombok Tengah. Di luar 21 pesantren ini, kami bekerja sama pesantren di Riau," ungkap Teten.
BMM adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang didirikan oleh Bank Muamalat sejak tanggal 16 Juni 2000. Lembaga ini merupakan pengelola zakat resmi yang ditunjuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dari umat kepada para mustahik yang layak menerimanya.

Selama lebih dari 18 tahun berkiprah, BMM selalu berusaha melakukan tata kelola yang baik terutama dalam hal pendistribusian dan pendayagunaan dana ZISWAF guna meningkatkan kesejahteraan umat melalui program-program yang inovatif, kreatif dan berkesinambungan, diantaranya dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan serta wakaf produktif.

“Ke depan, Insya Allah BMM akan terus berkomitmen untuk menjalankan visi menjadi amil zakat nasional yang independen, profesional dan unggul dalam memberikan kemudahan muzaki berzakat sesuai syariah serta melayani dan meningkatkan kesejahteraan mustahik,” ungkap Teten menegaskan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)