Bakti BCA: Operasi Katarak di Pematang Siantar

Bisa melihat kembali keindahan dunia bagi mereka yang terganggu penglihatannya tentu menjadi impian. Hal inilah yang diidam-idamkan Opung Rena Boru Siringoringo sejak 5 tahun lalu, saat kedua matanya mengalami kebutaan akibat penyakit katarak.

Impian nenek asal Aek Kanopan, Pematang Siantar, Sumatera Utara ini, terkabul pada pertengahan Desember lalu. Ia bersama puluhan pasien lain mengikuti operasi katarak yang dilakukan tim dokter spesialis SPBK-Perdami (Seksi Penanggulangan Buta Katarak-Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia), bekerjasama dengan Bakti BCA mengadakan kegiatan sosial Operasi Katarak.

Bagi BCA, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bagian yang penting dari perusahaan. Setelah 3 kali menggelar kegiatan Operasi Katarak bagi masyarakat tidak mampu di berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar P. Jawa (Pelabuhan Ratu – Jawa Barat, Sintang - Kalimantan Barat, Rote – NTT), kali ini PT Bank Central Asia Tbk.(BCA) menggelar Operasi Katarak bagi masyarakat tidak mampu di Pematang Siantar – Sumatera Utara.

 

Dari ratusan calon pasien yang mendaftar, setelah dilakukan pemeriksaan awal dan pemeriksaan lanjutan secara medis oleh tim dokter, berhasil dioperasi sebanyak 41 penderita. Hal ini disebabkan karena sebagian pendaftar bukan menderita katarak, melainkan jenis penyakit ringan yang tidak memerlukan tindakan operasi. Untuk kasus seperti ini, pasien dibantu dengan obat-obatan sesuai kebutuhan atau dirujuk ke rumah sakit di kota besar serius untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Pasien lainnya yang menderita katarak namun tidak dapat dioperasi saat itu, rata-rata disebabkan oleh kadar gula darah dan tekanan darahnya yang cukup tinggi.

Operasi ini berjalan lancar, melibatkan 6 orang dokter SPBK-Perdami Pusat Jakarta yang dikoordinir oleh Ruswandi. Kegiatan ini dibantu 2 dokter spesialis mata dari Medan dengan membawa dua peralatan mesin phacoemulsificasi (atau yang biasa disebut mesin phacoe) dan 1 mesin manual. Menurut Dr. Agustina Siburian SpM, salah satu anggota tim dokter SPBK – Perdami Medan yang turut serta menangani operasi Katarak tersebut, penyakit katarak adalah penyakit degeneratif yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet yang kuat, terus menerus dalam jangka waktu lama. Kondisi ini diperparah oleh buruknya gizi penderita.

Direktur RS Horas Insani, Dr Effendi Saragih menyatakan dukungan dan harapannya pada kegiatan Bakti BCA ini, ”Saya berharap, BCA tetap memiliki komitmen tinggi kepada kegiatan sosial seperti ini, sehingga semakin banyak penderita katarak dari kalangan tidak mampu dapat dibantu untuk memperbaiki masa depannya.”

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)