Bantu Lulusan Cari Pengalaman, Magangindonesia.com Diluncurkan

Para lulusan SMU, SMK, D3 hingga Sarjana seringkali terbentur dengan syarat pengalaman kerja ketika mau melamar sebuah pekerjaan. Kesempatan magang bisa menjadi solusinya. Namun, mencari perusahaan yang menyediakan kesempatan tersebut bukan perkara mudah.

Padahal, sebenarnya kesempatan magang yang ditawarkan oleh industri itu banyak. Melihat kondisi itu, lembaga independen PT Magang Indonesia pun meluncurkan sebuah pusat informasi magang melalui situs magangindonesia.com sebagai bagian kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan tersebut.

Acara peluncuran situs magangindonesia.com, di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

“Magangindonesia.com akan berusaha membantu sekitar 100 orang per bulan sebagai peserta magang di berbagai bidang industri terkait yang memiliki program magang. Mereka juga akan dipertemukan dengan universitas yang mampu memberikan pendidikan secara jarah jauh,” ucap Jos Luhukay, pendiri Magangindonesia.com, di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Jos, yang pernah menjadi pengajar di SMU dan universitas ini, mengungkapkan bahwa dirinya selalu perhatian terhadap masa depan siswanya selepas mereka menyelesaikan pendidikannya. Ijazah dan pengalaman kerja seringkali menjadi syarat dalam melamar suatu pekerjaan. Akan tetapi, pengalaman kerja sendiri tidak mudah didapatkan. “Mereka yang mau bekerja diminta carik kertas (ijazah) itu, atau pengalaman kerja," imbuhnya.

Dari situ, muncullah ide untuk bagaimana bisa membantu lulusan SMU, SMK, D3 hingga S1, untuk mendapatkan pengalaman kerja melalui magang.  PT Magang Indonesia pun terbentuk sebagai sebuah lembaga independen. Dan hari ini, lembaga tersebut meluncurkan sebuah digital hub, yakni magangindonesia.com.

Para lulusan SMU, SMK hingga S1 yang ingin mencari perusahaan untuk magang, bisa melakukan registrasi sesuai arahan yang terdapat di magangindonesia.com. Setelah menjadi anggota, siswa dapat melihat pilihan lowongan magang, mengajukan lamaran dan mengirimkannya. Setelah itu, akan ada pertemuan untuk wawancara secara langsung antara pelamar dan perusahaan calon pengguna. Selain magang, para lulusan pun berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan secara jarak jauh, yang dalam hal ini menggandeng Universitas Bina Nusantara.

“Begitu jadi anggota, dan mendapatkan kesempatan magang, yakni diterima (perusahaan), langsung jadi mahasiswa Binus (Bina Nusantara). Semuanya gratis,”  terang Amalia S Prabowo, CEO PT Havas Worldwide Jakarta. Ia pun mengatakan, e-learning ini dibiayai oleh dari dana PKBL BUMN, CSR perusahaan, termasuk bantuan dari Binus sendiri.

Magang Indonesia pun menargetkan akan membantu sekitar 100 orang per bulannya. Dengan porsi terbesar dari kesempatan magang akan diberikan kepada lulusan SMU atau SMK. “Apa yang kami lakukan adalah mencoba membalikkan piramida. Semakin ke bawah (tingkat pendidikannya) semakin banyak," lanjut Jos.

“Saya bahagia dengan gagasan ini. Karena ini sebenarnya salah satu solusi, jawaban terhadap adik-adik kita, lulusan SMU dan SMK, yang selama ini tidak punya kesempatan untuk berkiprah di dunia kerja atau perguruan tinggi, karena tidak ada yang fasilitasi," tandas Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)