BCA Donasi Rp1,35 Miliar Kepada UNICEF & WWF

Program Bakti BCA kembali membuktikan konsistensi dan komitmennya terhadap perwujudan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kali ini, BCA memberikan nilai tambah kepada masyarakat melalui pemberian donasi kepada United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) untuk Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat serta donasi kepada World Wide Fund for Nature (WWF) untuk Penanaman Mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Adapun total pemberian donasi BCA kepada WWF dan UNICEF kali ini total sebesarRp1,35 miliar dengan rincian Rp850j uta untuk UNICEF dan Rp504j uta untuk WWF.

Direktur BCA - Subur Tan,  menuturkan, nilai donasi BCA kepada UNICEF periode 2017 – 2018 adalah sebesar Rp850 juta, serta periode tahun 2018 – 2019 sebesar Rp850 juta. Sementara itu, bantuan kepada WWF periode tahun 2017 – 2018 mencapai besar Rp463 juta, dan periode tahun 2018 – 2019 sebesar Rp504 juta.

Kerja sama antara BCA dan UNICEF tersebut menitikberatkan pada pengembangan kualitas anak usia dini di Indonesia serta kerjasama dengan WWF menitikberatkan pada upaya reforestasi kawasan mangrove kritis di Taman Nasional Ujung Kulon melalui program kolaborasi BCA dan WWF, NEWtrees”terang Subur.

BCA memberikan donasi kepada UNICEF untuk periode tahun 2018-2019 sebesar Rp850 juta untuk program PAUD HI, yakni upaya guna memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini yang beragam dan saling terkait secara holistik dan terintegrasi. Tujuan umum PAUD HI Berbasis Masyarakat adalah terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Adapun total target populasi PAUD HI adalah sebanyak 900 anak usia 0 – 6 tahun dan juga 500 orang tua atau pengasuh, sehingga anak usia dini mendapatkan stimulasi terbaik di PAUD maupun di rumah.

Kerja sama BCA dengan UNICEF ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Provinsi Papua Barat dan kabupaten terpilih, yakni Kabupaten Sorong dan Raja Ampat untuk mengoperasionalkan Peraturan Pemerintah 60/2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap terciptanya penguatan koordinasi antar instansi pemerintah yang relevan mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, serta instansi terkait lainnya untuk pembuatan alternatif model PAUD berbasis masyarakat yang sesuai dengan konteks Tanah Papua," ujar Subur.

Hingga saat ini, program PAUD HI telah melahirkan sejumlah terobosan yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Gebrakan tersebut antara lain terbentuknya gugus PAUD di Sorong dan Raja Ampat untuk mengkoordinasi program PAUD HI Secara Lintas sektoral, serta implementasi PAUD HI di 13 PAUD di Sorong dan 12 PAUD di Raja Ampat dengan total 878 siswa penerima manfaat.

Sebanyak 75 guru PAUD dan kader kesehatan juga mendapatkan pelatihan dan lokarkarya untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi. "Kami juga mencermati pentingnya keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat dalam program Pra-Literasi dan kesehatan kebersihan. Oleh sebab itu, kami juga membangun layanan lintas sektoral di PAUD HI seperti Inisiasi fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS)," kata Subur.

Adapun berbagai program UNICEF yang telah memperoleh dukungan dana BCA antara lain Program Imunisasi Rutin (2008-2010), Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif (PAUD HI) Nasional (2012-2013), Program Sekolah Ramah Anak (2011), Sekolah Ramah Anak di Papua (2015-2016) dan PAUD HI di Papua (2016-2017).

Sementara itu, BCA bersama WWF juga melakukan penanaman mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon yakni Rhizophora apiculate, Rhizophora stylosa, serta akan menyusul jenis lainnya yaitu Avicennia sp. Proses penanaman mangrove dilakukan menggunakan sistem cluster, yakni menggunakan bambu bulat yang ditancapkan rapat seperti pagar dengan dua baris depan berbentuk segitiga sama kaki sebagai pemecah ombak. Setiap satu cluster ditanami sekitar 20 – 30 batang pohon. Dengan demikian, pohon yang ditanam tetap kuat dan tidak rusak seketika saat diterjang ombak.

Terkait itu, capaian kerja sama antara BCA dan WWF dari program penanaman mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon sepanjang tahun 2017-2018 telah menorehkan hasil yang positif. Per November 2018, jumlah cluster yang telah dibangun BCA dan WWF adalah sebanyak 153 cluster dengan total luas permukaan tanam mencapai 1,7 hektare. Jika dihitung, luas cakupan area penanaman telah mencapai hamper 5 hektare. Hingga kini, jumlah batang pohon yang telah ditanam adalah sebanyak 7.650 batang di 153 cluster. BCA dan WWF akan terus melanjutkan penanaman hingga akhir Desember 2019

Lukas Adhyakso, Direktur Konservasi, WWF-Indonesia, mengatakan, dukungan BCA untuk merehabilitasi kawasan mangrove di Ujung Kulon ini sangat penting bagi kelestarian Badak Jawa. Ekosistem mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon ini berfungsi melindungi habitat Badak Jawa, dan memastikan semenanjung di ujung Barat pulau Jawa ini tidak terputus, sehingga populasi badak bisa bermigrasi dan bertahan hidup.

Populasi Badak Jawa sangat kritis dan terkonsentrasi di TN Ujung Kulon. Pendataan terakhir mencatat hanya ada 68 individu Badak Jawa. “Dengan terbatasnya habitat, populasi ini sangat rentan terhadap ancaman penyakit atau bencana alam, sehingga penting bagi badak agar dapat menjelajah ke kawasan yang lebih luas untuk menyelamatkan diri,” lanjut Adhyakso.

Bentuk kepedulian melalui program Bakti BCA yang berada di bawah payung CSR BCA ini merupakan salah satu membawa perubahan yang positif di sekolah-sekolah dan dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia serta empowering people yang berada dan berkaitan langsung dengan lingkungan, karena kami juga mencermati pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam sebuah lingkungan atau komunitas.

“Kami berharap, donasi yang kami berikan ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan namun pula dapat membuka lapangan kerja baru hingga pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,”jelas Subur.

Hadir dalam penyerahan donasi secara simbolis, Direktur BCA - Subur Tan, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA -Inge Setiawati, Vice President CSR BCA - Rizali Zakaria, Chief of Private Fundraising and Partnership UNICEF Indonesia - Gregor Henneka, Direktur Konservasi WWF Indonesia - Lukas Adhyakso, dan Direktur Partnership WWF Indonesia - Ade Swargo Mulyo di Jakarta (16/11/2018).

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)