Beasiswa Gojek untuk Pendidikan Anak Mitra Driver

Selain mendapatkan biaya pendidikan penuh, 14 penerima Beasiswa Gojek akan diberi pelatihan pengembangan diri atau soft skills. (Foto: tangkapan layar saat konferensi pers)

Gojek kembali memberikan beasiswa untuk anak mitra driver. Di tahun kedua ini, ada 14 penerima beasiswa dari 7 kota operasional Gojek di seluruh Indonesia yang berhasil lolos setelah melalui rangkaian seleksi ketat di antara ribuan pendaftar lainnya. Mereka akan mendapatkan biaya pendidikan penuh selama 6 semester pada jenjang diploma tiga (D3) di politeknik-politeknik negeri unggulan di Indonesia.

Gede Manggala, Head of Indonesia Region Gojek menjelaskan, beasiswa Gojek merupakan bagian dari program swadaya yang menawarkan berbagai produk untuk membantu penghematan biaya operasional mitra driver. Ragam produk tersebut mulai dari paket telekomunikasi khusus hanya untuk mitra driver Gojek, keringanan biaya perawatan kendaraan mulai dari bahan bakar, oli, hingga suku cadang, subsidi kebutuhan belanja sehari-hari, dan masih banyak lagi.

Gede menyebut, total penghematan dari seluruh mitra driver yang memanfaatkan Program Gojek Swadaya rata-rata mencapai Rp 17 miliar setiap bulan. “Program Gojek Swadaya yang hadir sejak 2016 bertujuan untuk membantu taraf hidup mitra dan keluarga. Konsistensi dan keseriusan ini kami lanjutkan dengan hadirnya Beasiswa Gojek yang sekarang sudah memasuki angkatan kedua sehingga total sudah ada 24 penerima beasiswa," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, sejak awal program ini dihadirkan pihaknya sebagai kesempatan gratis bagi anak mitra driver untuk menempuh pendidikan tinggi didukung oleh wadah pembelajaran serta pengembangan diri. Dengan demikian diharapkan anak mitra driver dapat menjadi talenta berkualitas yang bisa membanggakan dan membantu perekonomian keluarganya.

Dalam menghadirkan program beasiswa ini, Gojek bekerja sama dengan politeknik unggulan di masing-masing kota besar di Indonesia yang telah terbukti mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan tepat guna, di antaranya adalah Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Selain biaya pendidikan gratis, beasiswa Gojek juga menyediakan wadah belajar yang akan memberikan pelatihan pengembangan diri atau soft skills guna mempersiapkan anak mitra driver menjadi talenta yang berkualitas. Pelatihan ini akan dibawakan oleh karyawan Gojek dengan keunggulannya, serta menghadirkan beragam materi, mulai dari cara membuat Curriculum Vitae yang berkualitas hingga strategi penyelesaian masalah (problem-solving skills) di dunia kerja.

Adapun kriteria penerima program di antaranya mitra driver berstatus aktif dan bebas dari segala bentuk tindak kecurangan; memiliki rating minimal 4,8; sudah bergabung menjadi mitra driver selama lebih dari 2 tahun; terdaftar sebagai mitra driver di kota-kota terselenggaranya program beasiswa yakni Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

"Kami memberi kesempatan ini pada mitra driver terpilih. Jadi yang pertama diseleksi adalah orang tuanya dulu, mereka harus punya prestasi dan layanan yang bagus. Kemudian, kami menyaring putra putrinya yang berprestasi. Mereka diminta membuat essay dan dilihat prestasi akademiknya selama SMA. Dan tentu dari Politeknik-nya sendiri ada saringan masuk yang harus dilewati," terang Gede.

Salah satu penerima Beasiswa Gojek adalah Jassinta Roid Triniti yang ceritanya sempat hangat dibicarakan di media sosial. Meski Jassinta memiliki keterbatasan sebagai seorang tuna rungu dan harus menggunakan alat bantu dengar, ia berhasil mendapatkan beasiswa dan menjadi mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta jurusan Jurnalistik.

“Sudah menjadi mimpi saya sejak lama untuk dapat menuntut ilmu khususnya di bidang Jurnalistik, dan tidak menyangka akan diberikan kesempatan gratis seperti ini. Saya bertekad untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya beasiswa yang saya dapatkan agar nantinya bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Jassinta.

Jassinta merupakan putri dari Suparti, seorang mitra driver Gojek di kota Jakarta sejak 2017. “Saya bersyukur sekali dan tidak menyangka akan rezeki yang diberikan. Tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya bahwa hanya dengan menjadi tukang ojek, anak saya dapat bersekolah menuntut ilmu ke jenjang yang tinggi," ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)