Begini Cara Astragraphia Tingkatkan Kompetensi Masyarakat

PT Astra Graphia Tbk memperhatikan pentingnya peningkatan kompetensi masyarakat sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satunya dengan meningkatkan calon profesional di bidang teknologi informasi atau komputer dengan memberikan pelatihan CAP (competence Aid Program). CAP merupakan kelas pelatihan gratis bagi lulusan baru agar mereka ketika lulus bisa siap kerja, namun tanpa ikatan. Jadi lulusan CAP kemudian bisa bekerja di perusahaan mana pun, tidak harus dengan Astragraphia.

Hal ini disampaikan Hari Mulyoharjo, Chief of Corporate Communications & OS Astragraphia, pada saat menyerahkan mesin multfungsi Fuji Xerox DocuCentre S2420 kepada TK Perguruan Cikini Jakarta. Dijelaskan Hari, program CAP sudah dijalankan Astragraphia sejak tahun 2000. Hingga saat ini sudah diadakan 30 batch dengan tiap batch pesertanya 10-12 orang. “Kami tidak menampung terlalu banyak peserta agar program ini fokus dan hasilnya maksimal,” katanya. Mereka yang lulus dari sini sebagian ada yang masuk ke perusahaan Astragraphia juga.

Dengan cara ini diharapkan para lulusan baru bisa meningkat kompetensinya dan siap masuk lapangan kerja. “Apa yang kami berikan sangat dibutuhkan pada banyak pekerjaan help desk kantor, jadi memang sangat berguna,” katanya. Untuk bisa mendapat pelatihan ini, mereka harus dari dari keluarga tidak mampu. Pihaknya akan melakukan seleksi dari peserta yang mendaftar melalui website untuk mengetahui apakah mereka layak atau tidak mendapatkan pelatihan gratis ini. Setiap tahun pendaftarnya memang banyak, sedangkan pihaknya memang membantasi untuk menjaga kualitas lulusan.

Di sisi lain, dalam rangka hari Anak Nasional 2017 yang diperingati setiap 23 Juli sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Astragraphia melakukan kunjungan ke TK Perguruan Cikini. Di sekolah yang merupakan tempat bersekolahnya anak-anak Presiden RI pertama Soekarno ini Astragraphia menyerahkan printer Xerox DocuCenter S2420 dan kegiatan pembacaan cerita rakyat Malin Kundang yang dikemas dalam bentuk pertunjukan panggung boneka.

“Kami ingin memperkenalkan warisan budaya Indonesia yang sudah turun temurun disampaikan oleh nenek moyang kita kepada anak-anak usia dini agar budaya kita terus lestari. Ibarat kertas putih, anak-anak ini sosok polos dan mudah menyerap apa yang disekitarnya. Dengan memperkenalkan budaya kita juga meningkatkan cinta bangsa sejak dini, ini cara kami berkontribusi pada kemajuan pendidikan anak-anak Indonesia juga,” jepas Hari.

Nunung Nurhayati, Kepala Sekolah TK Perguruan Cikini, mengapresiasi langkah Astragraphia. Menurutnya, sebagai perusahaan teknologi, Astragraphia tidak melupakan budaya Indonesia. “Partisipasi Astragraphia ini semoga selalu diingat anak-anak,” ujarnya. Selain itu dengan fasilitas yang diserahkan ini, pengajar TK Perguruan Cikini dapat menyimpan dokumentasi karya anak-anak dengan mengubahnya menjadi dokumen digital melalui fungsi scan. Jadi dengan Fuji Xerox DocuCentre S2420 ini dokumentasi dapat diberikan kepada orang tua dan digunakan sebagai salah satu cara untuk melihat perkembangan anaknya di sekolah secara digital, bahkan bisa menjadi kenangan manis hingga mereka dewasa kelak.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)