Bidik Anak Muda, Sequislife Berikan Edukasi Investasi

Sequislife

Guna menumbuhkan jiwa bisnis sejak dini, Sequislife memberikan pengetahuan entrepreneur kepada anak muda dengan topik ‘Be An Entrepreneur Since Young, better choice for A Better Tomorrow” melalui komunitas sosial media Sequislife.

Stephanie Gondokusumo, Head of Department Corporate Branding & Marketing Communication Sequislife, mengatakan,“Kami ingin memfasilitasi anak muda bagaimana menggali kesenangan dan kemampuan untuk mengembangkan diri untuk modal meraih hari esok yang lebih baik, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan belajar menjadi seorang entrepeneur, apalagi anak muda Indonesia saat ini, tidak sedikit yang memilih jalur entrepreneur sebagai pilihan hidup”.

Pada kegiatan ini, Sequislife juga memberikan edukasi investasi Unit Link yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku entrepreneur, dengan menghadirkan Fourrita Indah, Head of Faculty Sequis Training Academy OF Excellence (STAE) Sequislife. Dalam presentasinya berjudul Unit Link Bagi Pemula, Fourita menjelaskan bahwa Asuransi Jiwa Unit Link adalah produk asuransi yang merupakan gabungan antara investasi dan proteksi di mana Investasi lebih besar maka Proteksi lebih kecil sebaliknya Proteksi lebih besar maka Investasi lebih kecil.

“Unit link dapat menjadi salah satu alternatif berinvestasi bagi entrepreneur, karena mampu memberikan hasil investasi maksimal sekaligus perlindungan atau proteksi individu. Dengan kata lain menabung di unit link memberikan kesempatan untuk berinvestasi, yang dapat digunakan sebagai tambahan modal yang diperlukan suatu saat, dan apabila ada hal-hal yang terburuk, kepastian dana proteksi masih dapat diterima oleh orang-orang yang menjadi tanggung jawab ekonomi kita,” ujar Fouritta.

Hermas Puspito, CEO PT Ednovate Indonesia, pakar di bidang digital marketing dan social media marketing, mengungkapkan bahwa berbisnis itu ibarat merencanakan bangunan, dimulai dari pondasi (market) yaitu siapa yang akan dituju, bagaimana kondisi market grow, trending only/not dan mengetahui siapa pesaing kita. Didukung oleh mental dan action yang berani, tidak mudah menyerah dan segera memulai. Kemudian infrastruktur yang benar, yaitu sumber daya manusia, jejaring (network) dan modal. Setelah 3 unsur penting dipenuhi maka pelaku entrepreneur akan lebih leluasa mengembangkan ideas (apa yang ditawarkan) seperti manfaat produk, soal merek, harga dan apa saja kelebihannya. Serta yang terakhir yaitu bagaimana menawarkan dengan cara mengenalkan ke market dan menggunakan media promosi apa.

“Entrepreneur bisa dimulai siapa saja dan bukan harus dari keluarga pengusaha, namun perlu diingat menjadi entrepreneur bukan tidak ada resiko, untuk itu entrepereneur perlu terus belajar, meningkatkan ilmu dan mengerti investasi yang menyangkut uang”, imbuh Hermas.

Hermas kembali menambahkan bahwa untuk mulai investasi dalam bentuk uang, sebaiknya dilakukan penghitungan matang, bila kondisi cash flow telah positif, dapat mulai melakukan investasi. “Jangan lupa untuk memperhitungkan inflasi, karena mempengaruhi daya beli konsumen. Namun bila kita dapat menyediakan produk berkualitas, harusnya usaha bisa tetap bertahan, dan bertumbuh. Pelaku usaha juga perlu memanfaatkan sosial media. Tidak melulu berjualan, tapi perbanyak berbagi content hal-hal yang bermanfaat," tutup Hermas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)