Cara YDBA Tularkan Budaya Keizen pada UMKM Binaan

Di tengah riuhnya pameran mobil yang digagas Gaikindo di ICE BSD pada perhelatan GIIAS, bertempat di ruang Garuda, ada tiga UMKM binaan YDBA (Yayasan Dhama Bhakti Astra) yang menyampaikan presentasi improvement proses produksi mereka pada Sabtu (12/08/2017). Ini merupakan puncak dari acara Konvensi Quality Control Circle (QCC) UMKM mitra binaannya.

Langkah ini merupakan cara YDBA menularkan dan menularkan budaya Keizen pada para UMKM agar mengakar kuat. Konvensi QCC diadakan secara rutin tiap tahun oleh salah satu yayasan Grup Astra ini. “Kami berharap dengan konvensi ini mendorong UMKM naik kelas, berkembang, awet atau sustain, dan mandiri. Ini sejalan dengan misi Astra yaitu Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Henry C. Wijaya, Ketua Pembina YDBA. Konvensi yang telah digelar sebanyak tiga kali ini mengusung tema Yuk Ngimprove!. Ini semcam ajakan pada UMKM untuk tidak berhenti memperbaiki proses produksi dan bisnis mereka untuk bisa naik kelas.

Tiga UMKM yang presentasi tersebut merupakan finalis dari 20 UMKM yang mengikuti Konvensi QCC yang kick-off nya dilakukan pada perayaan Ultah YDBA ke-37 pada 10 Juli lalu. Ketiga finalis yang presentasi itu adalah PT Rachmat Perdana Adhimetal yang bergerak dibidang metal stamping, welding, dan pembuatan dies serta jig fixture, PT Bakom Metal Industri bergerak dalam bidang piston manufakturer dan PT ATMI Solo yang bergerak dibidang pembuatan mold, berbagai komponen otomotif dan non otomotif. Ketiga finalis merupakan bagian dari supply chain Grup Astra.

“Terjadi peningkatan kualitas peserta konvensi tahun ini, karena tingkat kesulitan QCC yang mereka sampaikan terjadi peningkatan dari segi kesulitan. Contohnya pemenang sekarang yaitu PT Bakom Metal Industri itu menyampaikan QCC dengan tingkat presisi sangat tinggi, dia improve dengan cara sederhana,” jelas Henry. Memang dari sisi jumlah peningkatannya tidak banyak, tahun sebelumnya ada 19 UMKM yang ikut konvensi QCC ini tahun ini 20 UMKM.

Menurut Henry, Konvensi QCC secara komprehensif mengajak budaya kerja, keterlibatan, motivasi dan perbaikan berkelanjutan yang lebih baik. Edison Monoarfa, Manajer YDBA menambahkan setelah QCC diharapkan pemahaman UMKM untuk menerapkan winning concept, winning strategy dan winning team. “Tiga hal inilah yang menjadi acuan penilaian pemenang dalam konvensi ini, kontribusi improvementnya sangat nyata atau signifikan bagi UMKM,” kata Edison. Sasarannya adalah membuat UMKM binaan YDBA naik kelas dan awet.

Salah satu finalis, PT Atmi Solo pada presentasinya disebutkan setelah QCC mereka jalankan, terjadi peningkatan produksi dari target peningkatan 27 persen malah menjadi 37 persen peningkatannya. Efeknya pada kinerja, terjadi efisiensi biaya hingga Rp 46,7 juta per bulan dari langkah improvement yang mereka jalankan.

Selain presentasi ketiga finalis, kegiatan Konvensi QCC juga diisi pemaparan pengalaman Siswijono, yang merupakan Presiden Direktur PT Autoplastik Indoensia, sekaligus COO PT Astra Otoparts Tbk Divisi Adiwira Plastik yang menjelaskan pentingnya penerapan kegiatan QCC untuk perusahaan. Menurut Siswijono, membangun SDM yang mumpuni merupakan salah satu wujud membangun budaya improvement yang berkelanjutan dalam perusahaan.

Sepanjang GIIAS yang berlangsung pada 10-20 Agustus 2017, YDBA mengikuti pameran di Booth Hall 2 Nomor 2X dan Prefunction Hall 3. Ini untuk ketiga kalinya YDBA mengikuti pameran otomotif terbesar di Indonesia. Mengajak 12 UMKM binaannya pada perhelatan besar ini merupakan cara YDBA memperkenalkan dan membuka pasar UMKM binaannya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)