Carrefour Gandeng UKM Kembangkan Capacity Building

carrefour Kepedulian terhadap pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, PT Carrefour Indonesia akan melakukan program pembinaan dan pendampingan  (Capacity Building/CP). Program yang  dilaksanakan 2012-2013, rencananya akan menggandeng perguruan tinggi yang tersebar di 7 kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang dan Makassar. “Kami berharap inisiatif yang dilakukan Carrefour dapat memberi manfaat bagi UKM dan perekonomian Indonesia pada umumnya,” kata Adji Srihandoyo, Director Corporate Affairs Carrefour.

Tahun ini, sebagai pilot project progam CP akan diadakan di 3 kota yaitu Jakarta, Bandung dan Surabaya. Untuk wilayah Jakarta menggandeng Universitas Indonesia, sedangkan di  Bandung akan bekerjasama dengan Universitas Parahyangan dan di Surabaya akan menggandeng Universitas Airlangga. Untuk wilayah Jakarta, kegiatan sosialisasi program ini dilakukan di wilayah Jakarta Selatan dan Depok kepada 200 UKM, dan akan diseleksi untuk dipilih sekitar 100 UKM yang akan dibina melalui program CP selama satu tahun ke depan dengan total anggaran sekitar Rp 1 miliar. Sedangkan tahun depan, rencananya Carrefour akan mengembangkan program ini Yogyakarta, Medan, Palembang dan Makassar, yang masing-masing kota akan dipilih sekitar 100 UKM

Menurut Hendrik Adrianto, Head of External Communication and Corporate Social Responsibility Carrefour, program CP ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku UKM di Indonesia, dalam hal pengetahuan bisnis UKM, penguatan skala usaha yang sudah berjalan, perluasan jaringan kesempatan untuk mendapat akses mikro kredit, serta pengembangan usaha dengan dukungan IT. “Secara nasional program ini akan dibuka pertengahan Maret 2012 sejalan dengan Gerakan Kewirausahaan dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia,” kata Hendrik.

Program pengembangan UKM tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak Juni 2010, misalnya melalui program Pojok Rakyat yang telah dilaksanakan di 14 toko yang tersebar di 7 kota, dan hingga September tahun lalu penjualannya mencapai Rp 8,7 miliar. Bahkan, untuk membantu para pemasok barang-barang dagangannya, Carrefour memberikan fasilitas jaminan kredit murah kepada para supliernya Rp 65 miliar dalam program financial web supplier. Melalui program ini, para suplier Carrefour bisa mendapatkan kredit terlebih dahulu sebelum dagangannya dibayar oleh Carrefour, agar arus kasnya tidak terganggu.

Apalagi secara nasional, Carrefour bermitra dengan 4.000 pemasok yang hampir 70 persen merupakan UMKM. Menurut Adji , saat ini Carrefour telah mengoperasikan 85 toko, dan hingga akhir tahun ditargetkan akan menambah sekitar sekitar 7-8 toko.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)