Beberapa Gerai Carrefour Stop Kantong Plastik Gratis

Kampanye ramah lingkungan terus digaungkan penduduk dunia tak terkecuali Carrefour. Ketika ritel hanya sampai pada penggunaan kantong plastik degradable, Carrefour justru semakin gencar mengkampanyekan Green Bag. Diawali 2 toko di Bali, Carrefour tidak lagi menggratiskan kantong plastiknya di beberapa toko sejak 15 Oktober 2012.

Beberapa gerai Carrefour tidak gratiskan kantog plastik (MI)

Terhitung sejak 1 Juli 2012, 2 toko Carrefour di Bali berhenti memberikan kantong plastik kepada konsumennya secara cuma-cuma. "Konsumen harus beli Rp 400 untuk kantong besar dan Rp 200 untuk kantong kecil," ungkap Joko Arif, Sustainable Development Manager Carrefour Indonesia.

Sebagai gantinya, Carrefour menawarkan tas daur ulang Green Bag seharga Rp 9.900 kepada konsumen. "Kalau tas Green Bag ini jebol bisa ditukar yang baru di toko kami, gratis," Joko menjelaskan.

Di China dan Taiwan, Carrefour sukses menjalankan kampanye tersebut. Joko menuturkan, "Di Indonesia kami tidak ada target terkait plastik gratis, kami masih dalam tahap mencoba mengedukasi konsumen." Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kampanye Green Bag, reporter SWA Online melakukan wawancara dengan Joko. Berikut kutipannya.

Bagaimana inisiatif Carrefour mengurangi pemakaian kantong plastik?

Jadi itu sebenarnya program kampanye pengurangan penggunaan plastik. Orang bilang plastik harus dieliminasi, yang betul adalah mengurangi penggunaannya. Yang digunakan pun plastik biodegradable. Walau biodegradable, ada syarat-syaratnya. Tidak boleh terkubur dalam tanah, terkena paparan sinar matahari, ada udara. Kalau kemudian tertimbun di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), prosesnya juga akan lama. Makanya yang dilakukan adalah mengurangi, jadi tidak terlalu banyak sampah plastik yang ada di TPA. Nah, Carrefour sudah menggunakan plastik jenis itu sejak 2010. Untuk pertengahan bulan ini, kami mulai serentak di 7 toko Carrefour Indonesia tidak lagi menggratiskan kantong plastik.

Toko mana saja yang mengikuti kampanye ini?

Kami sudah jalan di Bali sejak 1 Juli 2012 dengan dua toko. 15 Oktober nanti 7 toko akan serentak mengikuti kampanye ini. Mereka ada di Carrefour Lebak Bulus, dua toko di Medan, Semarang Srondol, Semarang Mall, Ambarukmo Plaza Yogyakarta, dan Maguwo Yogya.

Mengapa dimulai di Bali, bukan Jakarta?

Awalnya kenapa mulai di Bali, karena dari kerjasama dengan NGO (Non Government Organisation) kami survei dulu tentang awareness konsumen. Dan ternyata di sana awareness konsumen tentang lingkungan tinggi. Mungkin juga karena di sana banyak ekspatriat. Jadilah kami uji coba di Bali.
 
Bagaimana respon konsumen Bali atas kampanye ini?

Ternyata cukup sukses walau ada komplain, "Biasanya dapat plastik gratis kok ini enggak?" Cuma kami pikir inilah edukasi konsumen. Dalam jangka panjang mudah-mudahan konsumen akan mengerti. Kami berharap konsumen di Jakarta akan demikian. Sekarang itu saya dengar sekitar 70% konsumen yang datang sudah menggunakan Green Bag.

Setelah sukses mengkampanyekan Green Bag, apa aksi Carrefour selanjutnya?

Kami ada rencana untuk tidak lagi menjual kantong plastik. Jadi benar-benar tidak ada kantong plastik Carrefour. Ini sih wacana, kami belum ada kesepakatan.

Apa harapan Carrefour dari kampanye ini?

Kami inginnya program ini bisa jadi program nasional. Kami masih pakai pilot project dulu untuk mengetahui masukan konsumen. Nah, kami cuma jadi pioneer karena kami juga ingin ada komitmen pemerintah untuk mengajak ritel lain jadi peserta. Kalau yang lain masih kasih gratis, tetap saja kan besar dampaknya untuk jangka panjang. Jadi kami inginnya ya bareng-bareng. Kami bangga jadi yang pertama, tapi kita tidak ingin sendiri karena secara total akan lebih bagus kalau bersama-sama. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)