Cash Management Academy Agar Lulusan SMK Siap Kerja

Hingga saat ini, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyumbang angka penggangguran terbesar di Indonesia. Untuk mengurangi masalah itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT E- Science Indonesia (ESI) bekerja sama membentuk program Teaching Factory Cash Management Academy.

“Teaching Factory Cash Management Academy adalah program yang memfasilitasi Sekolah Menengah Kejuruan untuk dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja, khususnya di perusahaan pengelola kas dan ATM,” ujar Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono.

Program Teaching Factory yang dijalankan BCA ini merupakan program yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjembatani sekolah dengan dunia industri yang memiliki kesamaan bidang keterampilan. Program tersebut melatih siswa SMK tidak hanya terampil dan kompeten, tapi juga memiliki sikap dan mental yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Karena BCA bergerak di bidang solusi dan layanan perbankan, maka kami turut berpartisipasi dalam program Teaching Factory di bidang Cash Management. Kami berharap, para siswa SMK yang mengikuti program ini ketika lulus dapat siap kerja, khususnya di perusahaan pengelola kas dan ATM,” jelas Armand.

Program ini pertama kali yang berbasis pada industri perbankan. Dalam program ini, SMK akan mendapatkan fasilitas mesin penunjang, seperti ATM, cash recycling machine (CRM), dan mesin sortir uang. Kondisi kelas akan dibuat serupa dengan kondisi operasional pengelola kas dan ATM. “Tujuannya agar siswa dapat mendapatkan pengetahuan secara spesifik terkait pengelolaan kas dan ATM sehingga mereka dapat siap terjun ke dunia kerja,” papar Armand.

Program yang dibangun akan menjadi kurikulum di dalam proses pembelajaran siswa, yakni kurikulum Cash Management Academy yang berjangka waktu tiga bulan. Peserta program tersebut juga memperoleh kesempatan untuk magang di perusahaan pengelola kas dan ATM mitra BCA selama enam bulan, sehingga siswa dapat merasakan kondisi kerja yang sesungguhnya terkait dengan pengelolaan uang tunai dan ATM. Para siswa juga mendapatkan pengetahuan terkait financial planning dan materi kebangsaan yang akan berguna bagi kehidupan siswa di masa mendatang.

“Menghadapi tantangan global yang begitu deras belakangan ini mendorong BCA untuk berfokus pada pengembangan SDM secara berkelanjutan di berbagai lini. Melalui program teaching factory ini, kami berharap dapat mencetak excellence people sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas,” jelas Armand.

Hadir dalam penandatanganan kerja sama itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendy, Direktur Direktorat Pembinaan SMK M. Bakrun, manajemen BCA, pengelola kas dan ATM mitra BCA serta perwakilan SMK dari Bogor, Kuningan, Purwakarta, dan Banjar Negara yang menjadi pilot project.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)