Chairity, Ajang Artistik Peduli Kanker

Menurut Yayasan Onkologi Anak Indonesia persoalan kanker merupakan persoalan yang cukup besar di Indonesia. Diperkirakan setiap tahun 100 orang penderita kanker baru dari 100.000 penduduk, berarti untuk 220 juta penduduk Indonesia ditemukan 220.000 penderita kanker baru, diantaranya 2% nya adalah kanker anak atau ditemukan 4400 penderita kanker anak baru per tahun.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah ini, diselenggarakan Chairity Arts & Design Against Cancer yaitu sebuah ajang artistik dan kolaboratif bagi berbagai seniman dan desainer dalam mewakili kepedulian mereka terhadap bahaya penyakit kanker. Tiap perupa di beri kesempatan untuk menuangkan ide-ide artistik  mereka masing-masing pada sebuah kursi yang kemudian akan dilelang. Inilah mengapa nama “Chairity” muncul, mengingat kursi adalah salah satu elemen sentral dalam kehidupan sehari-hari yang tanpa disadari hadir di berbagai aspek sosial kehidupan.

Chairity diprakarsai oleh Imis Iskandar. Pada Oktober 2011 ia bersama Gary Ng mendapat ide untuk menyatukan para seniman untuk mengekspresikan pengalaman mereka terhadap kanker pada sebuah kursi, hingga melahirkan nama kegiatan berjudul Chairity.

“Kursi adalah salah satu elemen sentral dalam kehidupan sehari-hari yang tanpa disadari hadir di berbagai aspek sosial kehidupan. Keberadaannya yang vital kerap kali dianggap sepele sampai kita membutuhkannya. Serupa dengan penyakit kanker yang kerap kali kesadaran atasnya baru muncul setelah penyakit tersebut menyeruak dalam lingkar kehidupan kita,” kata Imis saat konferensi pers Chairity di Plaza Indonesia, Jakarta (6/5).

Chairity diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2012 di Singapura. Pada waktu itu terdapat 35 buah kursi yang didesain oleh 25 seniman dari berbagai latar belakang. Lebih dari SGD 120 ribu berhasil dikumpulkan dari penjualan kursi, dan 78% hasilnya diberikan kepada penerima tunggal Singapore Cancer Society.

Pada tahun 2016, program Chairity hadir untuk pertama kali di Indonesia. Ajang kali ini akan melelang 53 kursi dari hasil karya 50 seniman asal Indonesia, Singapura dan China dengan jumlah penawaran lelang minimum sebesar Rp 50 juta per kursi. Adapun pameran koleksi kursi diselenggarakan pada 1 – 24 April 2016 di Plaza Indonesia lantai 1. Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Yayasan Kanker Indonesia dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia untuk membangun rumah singgah bagi pasien anak-anak kurang mampu, saat mereka menjalani pengobatan di rumah sakit.

“Keberhasilan program Chairity bukan ditentukan oleh berapa dana yang terkumpul, tapi lebih kepada berapa banyak hati yang tersentuh dan peduli akan penyakit kanker. Karena sebuah kursi akan dilelang dengan nilai paling rendah Rp 50 juta sudah tentu akan menyasar pada individu tertentu,” kata Imis.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)