Citi Indonesia Bekali 7.000 Remaja Berwirausaha

Citi Indonesia memberikan bantuan dana sebesar US$170.000 untuk 7.000 remaja Indonesia. Dana bantuan ini disalurkan melalui program Growing the Spirit : Youth Entrepreneurship Initiative (YEI). Sasaran program ini adalah remaja usia 15 – 17 tahun dan sedang menempuh studi di tingkat menengah atas atau kejuruan. Program yang bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) ini akan dilaksanakan di kota Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.

2015311121709_1

“Kewirausahaan merupakan sesuatu yang harus ditanamkan sejak dini. Bersama dengan PJI, kami berharap program ii dapat menumbuhkan generasi muda yang mandiri, cerdas dan produktif,” papar Agung Laksamana, Country Corporate Affairs Dircetor  Citi Indonesia.

Program ini menyasar siswa yang berasal dari sekolah negeri dan memiliki latar belakang sosial rendah. Pada program ini para siswa akan memperoleh pelatihan dan kesempatan untuk menjalankan sebuah usaha. Kegiatan ini akan membawa siswa kepada situasi riil dan komprehensif saat mendirikan usaha. Para siswa akan mendapatkan simulasi pendirian perusahaan terbuka, seperti penentuan posisi dan tangung jawab jajaran direksi, perencanaan dan pelaksaaan strategi bisnis, hingga tata penjualan saham dan penutupan usaha.

“Kami telah memilih demografis pemuda-pemudi yang paling rentan di masing-masing kota. Melalui program ini kami akan memberikan alternative bagi para pemuda-pemudi untuk mengejar masa depannya karena pada usia inilah mereka harus mulai membuat keputusan penting tersebut,” jelas Robert Gardiner, Communication dan Development Executive of PJI.

Bukan hanya berhenti pada pembekalan kompetensi, program ini juga akan membawa siswa beserta ‘perusahaan’ besutan untuk dilombakan dalam lingkup regional, nasional hingga internasional. Sampai saat ini, program YEI ini telah memasuki program edukasi dan bimbingan membangun bisnis di sekolah. Pada pelaksnaannya, program ini telah dilaksanakan di 31 SMA/SMK pada enam kota tersebut.

“Dari semua tim yang ada, kami akan akan seleksi satu tim untuk ikut kompetisi nasional. Lalu jika tim tersebut menang di tingkat nasional, maka kami akan bawa ke kompetisi di tingkat Asia Pacific. Sejujurnya, kami baru saja kembali dari Bangkok, karena ada dua tim kami yang masuk ke kompetisi di sana. Masalah yang kami temui di sana bukan tentang produk. Produknya bagus tetapi kami sulit membuat siswa untuk kuat dan percaya diri. Kuat dan berani untuk berdiri di depan orang dalam memaparkan bisnis. Oleh karena itu, mereka memang harus memiliki kemampuan perencanaan sejak awal,” tutup Robert. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)