Coca Cola Tingkatkan Kualitas Kesehatan Lewat Perbaikan Fasilitas Olahraga

Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur tingkat kualitas hidup manusia di seluruh Indonesia tiap tahunnya dengan mengolaborasikan tiga variabel yakni kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita. Angka tersebut dikeluarkan dalam bentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengukur tingkat kualitas hidup manusia. Data yang dirilis BPS tahun 2016 menujukkan indeks IPM Jakarta berada di angka 78.99%.

Foto 4

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperbaiki kualitas hidup warga Jakarta dan membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga ibukota dengan merevitalisasi beberapa fasilitas taman dan ruang terbuka. “Kita terbuka untuk bekerja sama dengan swasta khususnya yang terkait kepentingan publik. Seperti malam ini dengan Coca-cola yang telah memperbaiki fasilitas olahraga di Monas dan ke depannya saya akan dorong untuk perbaikan beberapa fasilitas lain seperti di Taman Banteng,” kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam peresmian sekaligus serah terima 6 fasilitas olahraga Monas oleh Coca-cola kepada Pemprov DKI Jakarta, di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Fasilitas kesehatan, lanjut Ahok, sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Jakarta. Dengan adanya fasilitas publik yang baik, masyarakat akan memiliki lahan untuk berolahraga dan kesehatan mereka akan lebih terjaga sehingga angka harapan hidup akan lebih meningkat. “Perbaikan tak hanya lapangannya tetapi sarana pendukungnya seperti transportasi, kamar mandi, dan penerangan disekitar lokasi,”ujar Ahok yang juga sempat mencoba fasilitas baru di kawasan Monas tersebut.

Direktur Public Affairs and Communications Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan, perbaikan fasilitas publik ini merupakan bentuk dari komitmen perusahaannya dalam menjaga sustainabilty. Pihaknya beranggapan bahwa sebagai suatu usaha, harus bisa berkontribusi untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup masyarakatnya.

“Kita tidak fokus kepada tamannya saja, tetapi fasilitas di dalam taman. Jadi, kita mengajak masyarakat lebih aktif dan lebih memiliki pandangan positif terhadap gaya hidup. Kita mengajak masyarakat untuk bergerak dan beraktifitas fisik,” kata Triyono kepada SWA Online.

Triyono mengatakan, animo masyarakat terhadap fasilitas ruang terbuka begitu tinggi. Ia menilai bahwa masyarakat membutuhkan tempat-tempat publik dengan kualitas dan fasilitas yang memadai. Pihaknya terus melakukan evaluasi terkait program perbaikan fasilitas olahraga yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut. Untuk kota-kota lain di Indonesia, ia mengaku akan menyesuaikan dengan kebutuhan di kota-kota tersebut.

“Target ke depan kita melihat kondisi seperti apa, belum tentu yang kita terapkan di sini bisa cocok dengan kota-kota lain. Karena memang tiap kota kebutuhannya beda-beda. Kita menyesuaikan dengan kebutuhan masing -masing kota,” kata Triyono.

Akhir pekan lalu, Coca-Cola Indonesia melakukan serah terima dan peresmian perbaikan 6 fasilitas olahraga yang ada di kawasan Monas, Jakarta Pusat, kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama selaku perwakilan dari Pemprov DKI. Perbaikan dilakukan di beberapa titik fasilitas olahraga kawasan Monas yang terdiri atas 4 lapangan futsal, 1 lapangan voli, dan 1 lapangan basket. Penerangan disekitar lapangan juga diperbaiki dengan menambah 24 perangkat lampu. Selain itu, pihak Coca-Cola Indonesia juga memberikan sumbangan bus tingkat kepada Pemprov DKI untuk mempermudah akses bagi pengunjung yang ingin menuju kawasan Monas.

Program Active Park merupakan salah satu bagian dari Gerakan Indonesia SeGar yang digalakan oleh Coca-Cola Indonesia. Program ini telah berjalan sejak tahun 2013 dengan mulai meningkatkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Tercatat ada 19 taman telah diperbaiki yang tersebar di Jakarta dan Bandung dapat digunakan secara gratis. Dana yang digelontorkan oleh pihak Coca-Cola mencapai US$1,5 juta.

Adapun lokasi fasilitas olahraga yang baru saja diresmikan oleh Coca-Cola Indonesia dan Pemprov DKI tersebut berada di Plaza Timur Monas yang ketika masa pendudukan Jepang pada tahun 1942 mulai dikenal dengan sebutan Lapangan Ikada. Tempat tersebut sempat beberapa kali berganti nama menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, kemudian menjadi Lapangan Monas. Setelah diresmikan akhir pekan lalu, warga sudah dapat menggunakan fasilitas tersebut secara gratis. Warga dapat memakai fasilitas olahraga yang ada dengan melapor kepada pihak pengelola Taman Monas 3 hari sebelumnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)