CSR Wings Bangun Impian Anak-anak Bantar Gebang

Tiap harinya, DKI Jakarta membuang sampah sekitar 6 ribu ton per hari ke lahan TPA Bantar Gebang yang luasnya hanya 110,3 hektar. Di dalam lahan tersebut juga hidup 7.000 kepala keluarga dalam rumah-rumah bedeng. Kehidupan seperti itu tentunya jauh dari standar sanitasi dan higienis. Nuvo, salah satu produk sabun mandi dari Wings Corporation, melihat kondisi tersebut sebagai sebuah panggilan untuk menyelenggarakan aksi corporate social responsibility (CSR).

CSR Wings di Bantar Gebang

Melalui Yayasan Wings Peduli Kasih, Nuvo mengawali tahun 2016 dengan mengadakan acara “Membangun Impian dari Negeri Sampah” untuk ratusan anak dan warga sekitar wilayah TPA Bantar Gebang. Bersama dengan Econity90, sebuah yayasan sosial dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mereka memberikan bantuan berupa pendirian fasilitas pendidikan untuk SekolahAlam Tunas Mulia – Sumur Batu Bantar Gebang. Selain memberikan bantuan dalam bentuk fisik, Wings bersama Econity90 juga memberikan motivasi kepada anak-anak di lokasi tersebut melalui media dongeng.

Dongeng menjadi pilihan karena dongeng dapat mendidik, mudah diterima masyarakat dan pada saat yang bersamaan dapat menghibur juga sebagai alat bermain yang mampu membangun impian. Keceriaan dan imajinasi yang hadir dari dongeng menjanjikan semangat baru untuk bersama-sama membangun karakter generasi muda yang cinta damai dan anti kekerasan. Dengan dongeng anak-anak dapat diajak menengok masa lalu, melampaui masa depan dan merefleksikannya dalam masa sekarang dan masa datang.

Anak-anak di kawasan TPA Bantar Gebang terdiri dari anak usia balita hingga remaja (SMP). Kegiatan sehari-hari mereka yaitu membantu orang tua menjadi pemulung, memilah sampah dan menjualnya kepada pengusaha sampah. Ada pun Sekolah Alam Tunas Mulia yang dibina oleh Nadam Dwi Subekti, sekolah ini terdiri dari 60 anak PAUD, 50 anak SD, 20 anak setingkat SMP, dan terdapat 7 tenaga pengajar. Sekolah alam ini berada tepat di tengah gunungan-gunungan sampah. Ketika proses belajar mengajar berlangsung, anak-anak tersebut harus terbiasa dengan bau sampah yang menyengat nafas mereka.

Aristo Kristandyo, Head of Marketing Communications PT Sayap Mas Utama, sekaligus sebagai perwakilan Yayasan Wings Peduli Kasih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pihaknya untuk berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat yang lebih baik. “Wings ingin secara aktif mengedukasi tentang kesadaran akan kebersihan tubuh dan sanitasi agar sekolah dan lingkungan di kawasan ini jadi lebih sehat dan nyaman,” ujarnya. Pihaknya berharap, apa yang telah dilakukan dalam kegiatan tersebut, dapat memberikan semangat baru, seperti pendirian fasilitas pendidikan dan penyuluhan hidup sehat.

Acara “Membangun Impian dari Negeri Sampah” ini dimeriahkan Inne Sudjono, pencerita dan yang aktivis dunia anak-anak memotivasi anak-anak dari negeri sampah ini untuk giat belajar dan mencapai cita-cita. Dokter Cinde Puspito juga hadir memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan hidup dan sanitasi untuk warga masyarakat sekitar pegunungan sampah. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)