DAP Sumbang Ribuan Kasur Lipat untuk RS Covid-19

Sumbangan kasur lipat dari DAP untuk paramedis covid-19

PT Duta Abadi Primantara (DAP) memberi bantuan lebih dari 1.000 kasur lipat Florence kepada rumah sakit dan rumah sakit darurat yang menangani Covid-19. Bantuan tersebut diberikan kepada Wisma Atlet Kemayoran, Pemprov DKI Jakarta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta untuk kemudian disalurkan kepada rumah sakit dan rumah sakit darurat yang membutuhkan.

Pendistribusian bantuan tersebut terbagi menjadi tiga titik lokasi penyerahan yakni di di Wisma Atlet Kemayoran (17 April 2020), di Balai Kota DKI Jakarta (23 April 2020), dan Gedung BNPB (12 Mei 2020).

“Dari data yang ada, pada masa pandemi ini banyak sekali rumah sakit yang kewalahan dan tidak sanggup lagi menampung pasien Covid-19 sehingga pemerintah menunjuk beberapa tempat untuk dijadikan rumah sakit darurat penanganan Covid-19. Untuk itu, kasur lipat Florence bermanfaat untuk digunakan oleh paramedis maupun relawan pada saat darurat seperti ini agar mereka dapat beristirahat dengan nyaman,” jelas Presiden Direktur DAP, Anthony Setiawan (17/05/2020).

Selama masa pandemi, selain pasien Covid-19, banyak tenaga medis dan relawan yang berkorban. Banyak dari mereka tidak bisa kembali ke rumah atau kos tempat tinggal mereka dengan berbagai alasan, ada yang tidak diterima kembali karena takut tertular atau memang harus lembur.

Mereka terpaksa menginap di rumah sakit dan membutuhkan alas tidur yang layak untuk beristirahat. Kasur Forence peduli dengan kebutuhan paramedis maupun relawan yang membutuhkan istirahat yang cukup, yaitu dengan tidur yang berkualitas.

Menuruy Anthony saat pandemi ini istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, olahraga cukup serta menjaga kebersihan diri dan sekitar adalah empat hal penting yang harus diperhatikan. DAP menyadari akan pentingnya tidur yang sehat. Istirahat yang cukup menjadi salah satu komponen penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Tidur bukanlah akhir dari aktivitas, tetapi justru menjadi awal dari aktivitas harian. Waktu tidur yang cukup yaitu 6-8 jam sehari, akan memberikan ketenangan pada tubuh, pikiran dan jiwa (body, mind and soul) sehingga memberikan rasa segar di pagi hari untuk kembali beraktifitas. Istirahat yang cukup dengan tidur yang sehat akan membuat pasien, tenaga medis dan relawan dapat kembali bersemangat menghadapi pandemi ini,” terangnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)