DBS Foundation Komitmen Bantu Sosial Enterprise di Indonesia

Sesi pelatihan teknik pengambilan foto produk dengan kamera ponsel oleh DBS Foundation di kantornya di Menara DBS Jakarta Sesi pelatihan teknik pengambilan foto produk dengan kamera ponsel oleh DBS Foundation di kantornya di Menara DBS Jakarta

Development Bank of Singapore (DBS), punya cara tersendiri dalam memberdayakan Social Enterprise di Indonesia. Lewat DBS Foundation yang didirikan pada tahun 2014, para start up dan pekerja sosial di Indonesia punya kesempatan untuk mengikuti program yang diharapkan dapat membantu mengembangkan bisnis dan turut serta menyejahterakan masyarakat.

“Target kami adalah para startUp yang baru berusia kurang dari 2 tahun. Tujuannya agar kami bisa ikut andil secara total dalam proses kesuksesan startup yang kami bina,” jelas Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing and Communication PT Bank DBS Indonesia.

Menurut Mona, secara houlding, Bank DBS lewat DBS Foundation punya program pemberdayaan khusus yang disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing. Dana sebesar S$ 50 juta telah disiapkan untuk ke enam negara regional Bank DBS. Yaitu, Singapura, Taiwan, China, Hong Kong, India dan juga Indonesia.

Di Indonesia sendiri, DBS Foundation akan memberikan dana hibah untuk para startUp mulai dari S$ 50 ribu.
Namun sebelum diberikan dana hibat tersebut, rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan atau workshop lalu mengikuti inkubasi atau yang dikenal dengan sebutan booth camp kemudian jika layak sesuai dengan kreteria yang diharapkan, akan mendapat suntikan dana cuma-cuma dari DBS Foudantion.

“Salah satu startup yang sudah kami berikan dana hibah adalah PT Vasham Kosa Sejahtera. Startup yang bergerak di bidang microfinance untuk petani tersebut mendapat dana sebesar S$ 100 ribu. Rencananya dana tersebut akan dipakai untuk eskpansi pasar,” jelas Mona saat ditemui SWA Online di kantornya di Jakarta belum lama ini.

Sebagai komitmen dan konsistensi ikut serta dalam pemberdayaan startUp, Dana tersebut tidak serta merta diberikan begitu saja. Berbagai monitoring dan pendampingan akan terus diberikan hingga target bisnis yang ingin dicapai dapat terpenuhi.

Untuk proses pemilihan startup nya pun cukup selektif. Dari 170 perserta yang mendaftar hanya dipilih 17 startup untuk mengikuti both camp selama bulan Agustus sampai Nopember 2015 lalu. Berbagai pelatihan dan pembekalan diberikan. Mulai dari pelatihan marketing, riset, hingga membantu menjual produk para anggota binaan ke berbagai relasi DBS Foundation.

“Kami juga bekerjasama dengan bukalapak.com untuk mensupport para startup binaan kami agar dapat memasarkan produk mereka ke pasar daring dengan tepat,” jelas Mona lagi. Diantara produk-produk yang disupport bersama Bukalapak.com dalam program ‘beli dan peduli’ adalah: tas Bagoes, Nalacity, Torajamelo, Agri Socio, Kakoa, Wangsa Jelita, Hey Startic dan Sahawood.

Sedangkan untuk 17 peserta boot camp yang hingga kini terus dibina DBS Foundation, diantaranya: CV Ideas Indonesia, Warlami, Limbahagia, Yayasan Sadar Hati, Rumah Cerita Bandung, Komunitas Giri Jagad, Yayasan Khasanah Ilmi, Yayasan Belantara Budaya, Hi Breed, Otoman dan gandengantangan.org. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)