Dorong Ekonomi Daerah, Mahkota Alam Selayar Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

Dorong Ekonomi Daerah, Mahkota Alam Selayar Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

Mahkota Alam Selayar

Perusahaan yang fokus pada pengolahan dan perdagangan kopra, PT Mahkota Alam Selayar berupaya mengedepankan pemberdayaan tenaga lokal dalam kegiatan bisnisnya. Tidak hanya sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi juga sebagai aksi nyata dalam membantu pembangunan ekonomi daerah dengan memaksimalkan sumber daya tenaga kerja yang ada.

Berdasarkan Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja memang tidak mengatur secara spesifik perihal kewajiban perusahaan untuk merekrut tenaga kerja lokal, melainkan diatur oleh peraturan daerah masing-masing.

Meski demikian, perekrutan tenaga kerja lokal sebagai salah satu bentuk program CSR patut dipertimbangkan guna berperan positif dalam masyarakat dan lingkungan. "Tujuannya untuk mensejahterakan dan meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sehingga menciptakan produktivitas yang berkontribusi langsung pada proses pembangunan," ujar Eka, Direktur PT Mahkota Alam Selayar.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, sebanyak 75% pekerja dari warga Desa Bangkuang Makmur, Kalimantan Tengah bekerja di pabrik PT Mahkota Alam Selayar. Mereka dibimbing dan diberi kesempatan untuk meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja sesuai dengan kebutuhan di perusahaan, di mana sebagian besar diposisikan di bagian produksi, termasuk sektor pengupasan, pengeringan, dan pengemasan produk.

"Beberapa warga sekitar sebelumnya kerja di tempat yang jauh dari tempat tinggal mereka. Waktu mereka bersama keluarga lebih sedikit dan cost perjalanan mereka juga tinggi. Kami coba memberikan pilihan kepada mereka tempat kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, supaya lebih dekat dengan keluarga dan menghemat biaya perjalanan mereka setiap harinya," imbuh Eka.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya kebanyakan warga sekitar bekerja serabutan dan angka pengangguran cukup tinggi di wilayah Desa Bangkuang, Kalimantan Tengah. Untuk itu, perusahaan memberikan pelatihan kerja bagi sebagian warga agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan, sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran.

Menurutnya, seiring meningkatnya pendapatan warga setempat dan kondisi finansial yang lebih stabil, maka akan berdampak positif pada kesejahteraan sosial di mana individu dapat membantu memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga.

Bahkan pada masa awal pandemi yang juga menggoyahkan pertumbuhan ekonomi di banyak sektor, perusahaan tetap mendapat permintaan produk kopra ke pasar Jawa, Vietnam, hingga India sehingga kegiatan produksi tetap berjalan meskipun dengan dinamika bisnis yang menantang. "Pekerja yang merupakan warga sekitar pun tetap produktif dan mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan setiap hari di tengah pandemi," katanya.

Sebagai informasi, PT Mahkota Alam Selayar berdiri sejak 2018 dalam produksi kopra asalan, kopra regular, arang, briket, batok kelapa, serabut kelapa, dan bungkil sawit yang biasanya diolah menjadi arang batok, briket, dan minyak goreng. Perusahaan ini berkomitmen untuk membantu mempekerjakan warga sekitar yang sebagian sudah terbiasa mengelola kelapa, serta memberi pelatihan komprehensif untuk memberi kesempatan kerja dalam rangka membantu mempromosikan pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi angka pengangguran.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)