Dukung Wirausaha Muda, OCBC NISP Gelar YES Workshop

Sejak lama bentuk tanggung jawab Bank OCBC NISP terhadap dunia pendidikan di Indonesia diwujudkan lewat program pemberian beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerja sama Yayasan Karya Salemba Empat (KSE). Namun, tahun ini ada yang berbeda dengan program CSR  OCBC NISP. Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan yang ada di kalangan mahasiswa, OCBC NISP menyelenggarakan Young Entrepreneurship Spirit Workshop (YES Workshop).

YES Workshop dilakasanakan selama tiga hari dari tanggal 17-19 Mei 2013. Entrepreneurship workshop yang ditujukan untuk mahasiswa ini diselenggarakan bersama MarkPlus. Latar belakang workshop ini sebagai upaya OCBC NISP meningkatkan kesadaran akan dunia entrepreneurship di kalangan anak muda.

“Saya pernah bertanya pada mahasiswa sehabis selesai kuliah apa ingin bekerja atau berwirausaha, kebanyakan menjawab kerja. Lalu dari sanalah saya berpikir kenapa anak-anak yang masih muda ini takut untuk berwirausaha,” ujar Rama P. Kusumaputra, Direktur Bank OCBC NISP.

YES Workshop ini merupakan tindak lanjut dari pengalaman yang pernah ditemukan Rama di kalangan mahasiswa. Peserta yang berasal dari UNPAD, ITS, USU, Udayana, Universitas Andalas, dan beberapa perguruan tinggi negeri lainnya diberikan pelatihan intensif mengenai kewirausahaan sosial. Peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri ini memang sudah memiliki produk atau jasa yang sudah mulai rintis seperti misalnya Syafril Ramadan dari USU yang sudah mulai memperkerjakan ibu-ibu di lingkungannya untuk membuat prodak Green Earth and Environment.

Tak hanya menaruh perhatian kepada mahasiswa, OCBC NISP juga  peduli kepada anak-anak jalanan. Pondok Karya merupakan tempat bagi anak-anak jalanan untuk berlatih mengasah jiwa kewirausahaan. Anak-anak malang ini juga mendapatkan pendampingan dari para relawan yang profesional di bidangnya.

Saat ini salah satu Pondok Karya sudah berhasil memroduksi dan mendistribusikan kripik jamur. Tak hanya itu di dalam Pondok Karya juga terdapat galeri lukisan hasil karya anak-anak jalanan ini. Jangan kaget jika lukisan-lukisan ini sudah terjual dengan harga yang lumayan mahal.

“Kami juga ingin memberikan keterampialan kepada anak-anak jalanan, bukan langsung kasih uang saja tapi juga pedampingan sehingga anak-anak ini bisa mandiri,” terang  Tina Tjintawati, Division Head Corporate Communication.

Lima orang anak jalanan yang berasal dari Pondok Karya ini juga ikut dalam pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari di Learning Centre OCBC NISP, Bandung. Sebagai kelanjutan dari workshop yang telah dilaksanakan ini ide usaha dari 65 orang peserta akan dilombakan dalam ajang kompetensi wirausaha. Mereka akan diberi waktu selama dua bulan untuk mematangkan idenya dan tetap melakukan pendampingan yang dilakukan oleh Mark Plus. Akan dipilih enam pemenang yang nantinya akan diberikan modal usaha. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)