East Ventures Galang Dana untuk Sediakan 1.000 Oxygen Concentrator

Indonesia Pasti Bisa (IDPB) yang diinisiasi East Ventures menggalang dana sebesar US$ 1 juta untuk mendonasikan minimal 1.000 oxygen concentrator ke rumah sakit di Indonesia. Gerakan ini juga didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rebulik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan berbagai diaspora Indonesia di Singapura.

IDPB Jaga Oksigen akan menggunakan dana terkumpul untuk menyediakan 1.000 oxygen concentrator. Program ini akan urun dana untuk membeli mesin pemroses udara menjadi oksigen murni yang. Mesin ini memiliki mengalirkan 90+% oksigen murni sebanyak 10 liter/menit. IDPB Jaga Oksigen akan membantu rumah sakit mendapatkan pasokan oksigen yang cepat. Publik bisa berpartisipasi dalam upaya ini dengan menyumbangkan dana yang dibuka dari 12 Juli 2021 pukul 9.00 WIB sampai 26 Juli 2021 pukul 9.00 WIB.

Berbagai portfolio East Ventures juga berpartisipasi dalam program ini. Bonza, perusahaan analisis big data, menggunakan platform data untuk memetakan dan memprediksi jumlah permintaan oksigen di seluruh Indonesia. Xendit dan KoinWorks bergabung sebagai mitra untuk menyediakan dan mengelola platform urun dana. Dana yang terkumpul akan langsung dan hanya disalurkan untuk pembelian oxygen concentrator agar dapat mempercepat penyediaan suplai oksigen bagi pasien COVID-19.

Waresix, perusahaan logistik berbasis teknologi, bergabung sebagai mitra untuk menyediakan tempat penyimpanan (warehouseoxygen concentrator dan mengirimnya ke rumah sakit yang membutuhkan. Advotics, startup penyedia software SaaS manajemen rantai pasok, menjadi mitra untuk melacak oxygen concentrator mulai dari tahap pembelian hingga sampai di rumah sakit tujuan. IDN Media menyampaikan informasi perkembangan dan hasil kerja tim setiap pekan. Adapun, setiap donasi yang masuk akan ditampilkan secara terperinci di situs IDPB.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, mengatakan dukungan Kemenkes terhadap gerakan Indonesia Pasti Bisa. "Karena kita berkejar-kejaran dengan waktu, setiap gerakan yang terukur dan masif akan sangat membantu. Sistem donasi dan logistik yang transparan ini mudah-mudahan berkelanjutan, dan bisa menjadi bagian kecil dari reformasi bidang kesehatan yang dicanangkan Kemenkes,” ujarnya.

Cindy Clarissa Adrian selaku koordinator community engagement melalui komunitas diaspora Indonesia, seperti IndoTech SG, Indonesian Professionals Association Singapore (IPA SG), dan KawalCOVID19 mengatakan seluruh pihak perlu bertindak cepat untuk memberikan sebanyak mungkin bantuan. “Melalui kolaborasi yang kuat dengan berbagai mitra yang kompeten, kita bisa mendapatkan sumber daya yang tepat ke tempat di mana mereka paling dibutuhkan dengan proses yang transparan,” tutur Cindy.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)