Edukasi Epilepsi, SOHO Group Gandeng RS Islam Pondok Kopi

Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi di Indonesia (PERPEI), memperkirakan epilepsi menyerang sekitar 1 % penduduk dunia, sedangkan di Indonesia hingga saat ini diperkirakan penyandang epilepsi mencapai 1-2 juta jiwa yang umumnya ditemukan pada anak-anak.

Epilepsi merupakan penyakit yang disebabkan adanya muatan listrik berlebihan di otak karena terjadinya terlalu aktifnya otak mengirimkan sinyal. Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah bangkitan, dimana dapat menimbulkan manifestasi klinis, salah satunya kejang.Hanya saja kejang bukan merupakan satu-satunya manifestasi, karena tergantung dari bagian otak mana yang terkena bangkitan.

Apalagi umumnya epilepsi menyerang anak-anak. Di Indonesia, penderita baru epilepsi aktif setiap tahun sekitar 250 ribu. Mewaspadai hal tersebut SOHO Group menggandeng Rumah Sakit Islam Pondok Kopi melakukan edukasi kesehatan Waspada Epilepsi pada Si Kecil. Menurut Nurlida Fatmikasari, Public Relations Departement Head SOHO Group, melalui edukasi kesehatan ini, pengetahuan masyarakat mengenai epilepsi meningkat dan mengubah cara mereka memperlakukan penyandang epilepsi.

Menurut Dr.Gea Pandhita Direktur Pelayanan Klinis RS Islam Pondok Kopi, selama ini ada stigma negatif yang melekat pada penyandang epilepsi. Hal itu menyebabkan masyarakat enggan mengobati penderita. Bahkan penyandang epilepsi cenderung dikucilkan. Beberapa stigma negatif yang populer beredar di masyarakat mengenai epilepsi seperti: penyakit akibat kutukan, guna – guna, kerasukan, gangguan jiwa dan penyakit yang ditularkan melalui air liur.

Epilepsi bukan penyakit menular, bukan akibat kutukan dan guna – guna, bukan gangguan fisik atau gangguan jiwa. Epilepsi sebagian besar dapat diobati. Problema psikososial dialami para penyandang epilepsi, seperti diisolasi secara sosial, kurangnya percaya diri serta munculnya kecemasan dan depresi,” tegas Gea disela-sela edukasikesehatan SOHO Group dan RS Islam Pondok Kopi.

Ia mengingatkan masyarkat harus mewaspadai beberapa perilaku anak bila terkait epilepsi yaitu apabila si kecil kejang kelojotan, terkejut, bengong dan kaku. Apalagi bila si kecil sudah positif menderita epilepsi, maka harus diterapi dan dilakukan pengobatan secara intensif agar si kecil dapat kembali sehat dan ceria seperti sedia kala. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)