Emiten Wahana Hiburan Restorasi Perairan Ancol

Masyarakat mengumpulkan kerang hijau untuk ditebar di perairan Ancol. (Foto : Ist)

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) bersama Forum CSR DKI Jakarta menebar kerang hijau sebanyak 3 ton di kawasan perairan Ancol di Teluk Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk merestorasi kualitas air di kawasan tersebut.

Perguruan tinggi, korporasi, dan berbagai komunitas berpartisipasi di acara bertajuk Restorasi Kerang Hijau. Peserta menyiapkan 50 buah ram besi berukuran 50cm X 30cm X 10cm yang mampu menampung 20 kg kerang hijau yang disebar di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Manajer Komunikasi Korporat Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari mengapresiasi dukungan Forum CSR DKI Jakarta sebagai mitra dalam menjalankan program Restorasi Kerang Hijau. “Kami mengajak berbagai pihak mengampanyekan Restorasi Kerang Hijau sebagai sebuah gerakan. Kegiatan ini memperbesar peluang kualitas air laut Teluk Jakarta menjadi semakin baik,” ujar Rika dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip pada Rabu (9/10/2019).

Penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa tahun lalu menunjukkan, air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton. Di kerang hijau yang hidup di Teluk Jakarta ditemukan logam berat seperti merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr), dan timah (Sn). Kerang Hijau (Perna Viridis) merupakan filter feeder atau filter alami dari perairan laut yang dapat memperbaiki kualitas air. Kembalinya populasi kerang hijau di wilayah pesisir akan berdampak positif pada meningkatnya kualitas air dan biodiversitas serta jumlah biota yang ada di Laut Kawasan Ancol.

Teluk Jakarta merupakan habitat alami dari berbagai jenis biota laut seperti kerang hijau, kepiting batu, ketang-ketang, angel fish, ubur-ubur, baronang, sembilang, damsel, dan sebagainya. Habitat hewan-hewan tersebut saat ini semakin terancam keberadaannya karena buruknya kualitas air Teluk Jakarta. Berdasarkan catatan LIPI, jumlah sampah di tahun 2018 yang mengalir dari 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta serta membawa buangan limbah cair dari pemukiman, perkotaan, maupun industri itu sebanyak 21 ton.

Lantaran kualitas air di perairan Ancol itu semakin menurun, maka manajemen PJAA sejak tahun 2018 berinisiatif untuk memulihkan kualitas air laut dan mengembangkan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya melalui program restorasi kerang hijau.

Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut menjelaskan, tercemarnya Teluk Jakarta dari berbagai macam limbah yang mengandung logam berat berbahaya merupakan tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat di DKI Jakarta. Perlunya seluruh pihak yang memiliki kepedulian lingkungan untuk berkolaborasi dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati di Teluk Jakarta. “Kami sangat mengapresiasi langkah manajemen Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang telah menginisiasi restorasi kerang hijau dan harapannya kegiatan ini dapat menginsipirasi perusahaan lainnya untuk lebih peduli kepada masalah lingkungan di DKI Jakarta,” ujar Mahir.

Berdasarkan hasil penelitian dan eksperimen tim konservasi Ancol pada pertengahan tahun lalu, diketahui 1 kg kerang hijau mampu menyaring air sebanyak 10 liter per jam. Sebanyak 96 kg kerang hijau hasil restorasi yang dilakukan pun telah mampu menyaring 960 liter air laut secara alami dan menurunkan nitrogen sebanyak 21 mg per jam.

“Target kami tahun ini mendapatkan pertumbuhan 1.000 kg kerang hijau, sehingga akan ada 10 liter air yang difilterisasi setiap jam secara alami, tanpa bantuan teknologi maupun manusia. Dengan keterlibatan Forum CSR DKI Jakarta, Rumah Millennials dan banyak pihak, kami berharap dapat melampaui target tersebut,” kata Rika.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)