Express Group-Electronic City Ajak Masyarakat Donasikan Buku

Minat membaca masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah. Menurut UNESCO, indeks membaca masyarakat Indonesia hanya mencapai angka 0,01 persen, yang artinya bahwa dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat membaca yang tinggi. Peduli terhadap hal tersebut, Express Group bekerja sama dengan Electronic City Indonesia meluncurkan program aksi peduli “Express Your Concern,” yang bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia lebih peduli akan minat membaca melalui donasi buku bacaan yang nantinya akan disumbangkan kepada anak-anak usia sekolah melalui Yayasan Rama-Rama dan Komunitas Masyarakat Gemar Membaca (MAGMA).

csr taksi express-electronic city

Daniel Podiman, Presiden Direktur Express Group, mengatakan bahwa salah satu faktor rendahnya minat baca masyarakat dan anak-anak adalah karena minimnya akses dan fasilitas pendidikan seperti buku bacaan. “Express Group peduli terhadap hal ini dan ingin mengajak masyarakat untuk ikut serta membantu fasilitas bacaan bagi anak-anak untuk mendorong minat baca mereka. Upaya memberikan fasilitas buku bacaan ini penting untuk meningkatkan pendidikan dan wawasan khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus nantinya. Kami menyambut baik kerja sama dengan pihak Electronic City yang memiliki kepedulian yang sama terhadap dunia pendidikan,” kata Daniel, di Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Program aksi peduli “Express Your Concern” ini akan dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui unit-unit Taksi Express yang beroperasi di wilayah Jadetabek, di mana masyarakat cukup menaruh buku yang ingin disumbangkan pada unit Taksi Express yang sudah ditentukan atau menitipkannya kepada pengemudi Taksi Ekspress. Selain itu, disediakan juga drop box di 38 toko Electronic City yang berlokasi strategis di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, Fery Wiraatmadja, Commercial and Investor Relations Director Electronic City Indonesia, menyatakan, "Electronic City sebagai perusahaan retail elektronik modern dengan toko yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung segala bentuk kegiatan sosial bersama pihak-pihak yang memiliki kepedulian, dalam hal ini kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia."

Buku-buku yang sudah terkumpul nantinya akan diserahkan kepada Yayasan Rama-Rama dan MAGMA setelah periode pengumpulan berakhir, untuk kemudian disalurkan melalui seluruh cabang yayasan dan lokasi Taman Bacaan MAGMA sebagai fasilitas buku bacaan anak-anak pada yayasan mereka di berbagai lokasi.

Yayasan Rama-Rama adalah yayasan sosial yang didirikan oleh Retno Palupi Noya. Yayasan ini telah mendirikan beberapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) gratis di sejumlah wilayah pedesaan untuk memenuhi kebutuhan membaca anak-anak prasekolah, taman kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA. Bahkan bersama Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kota Tangsel, yayasan ini merencanakan untuk menjadikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

“Jika melihat pendidikan di Indonesia, memang faktor yang harus sangat diperhatikan adalah penyediaan fasilitas termasuk buku-buku bacaan. Program kepedulian ini sangat bagus dan membanggakan, apalagi didukung oleh Taksi Express dan Electronic City yang punya jaringan luas untuk mengumpulkan buku ini. Saya berharap antusiasme masyarakat juga tinggi seperti kami, untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini,” kata Retno.

Sedangkan MAGMA merupakan yayasan yang menaungi 55 TBM yang merupakan simpul pendidikan informal masyarakat Tangerang Selatan. Yayasan ini berdiri untuk membantu masyarakat Tangerang dalam meningkatkan mutu pendidikan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)