Farmer2Farmer Dorong Kualitas dan Kuantitas Susu Nasional

Pencanangan tahun Swasembada Susu Nasional pada 2020 menjadi sebuah peluang besar bagi seluruh peternak sapi perah yang di Indonesia. Sebab selama ini 70% kebutuhan susu segar nasional masih dicukupi melalui impor. Sudah saatnya peternak sapi perah lokal bangkit mencukupi kebutuhan bangsa sendiri.

Pemberian Plakat peternak lokalUntuk dapat mewujudkan Swasembada Susu Nasional, para peternak harus dapat mengatasi permasalahan kualitas dan kuantitas susu dalam negeri. Dalam hal ini, peternak tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri susu.

Sebagai wujud dukungan kepada para peternak sapi perah, produsen susu Frisian Flag baru-baru ini menggelar program “Farmer2Farmer “. Program ini merupakan rangkaian kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman antara peternak sapi perah Belanda kepada para peternak sapi perah lokal Indonesia.

Pemberian plakat  Dirjen PeternakanSeperti diketahui, Frisian Flag merupakan brand yang dipegang oleh Royal FrieslandCampina, perusahaan pengolah susu yang dimiliki oleh Zuivelcooperatie FrieslandCampina, sebuah koperasi peternak sapi perah asal Belanda yang tertua dan terbesar di dunia.

Ada empat peternak sapi perah yang juga merupakan anggota Zuivelcooperatie FrieslandCampina yang didatangkan ke Indonesia. Mereka adalah Brord Sloot, Gerben Smeenk, Berend Jan Stoel dan Marten Dijkstra.

Sebagai praktisi di bidangnya, para peternak Belanda ini menyampaikan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh sesama peternak sapi perah.

Mereka mengunjungi lima area peternakan yang ada di Pulau Jawa dalam kurun waktu selama tiga minggu dengan total keseluruhan 350 peternak yang terlibat dalam tahun 2013 ini. Ke-5 area peternakan tersebut yakni Jampang Farm (Jawa Barat),  Sumber Alam Jaya, Pondok Rangon (Jakarta Timur), Pesat, Purwokerto (Jawa Tengah), KPBS Pangalengan (Jawa Barat) dan KPSBU Lembang (Jawa Barat). Setelah tiga minggu ini berakhir, program mentoring juga terus akan dilakukan.

“Seperti diketahui bahwa Belanda memiliki sejarah panjang dalam industri peternakan sapi perah berskala besar, diharapkan program ini membantu para peternak sapi perah lokal untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segarnya, serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” kata Jan Wegenaar, Direktur Operasional Frisian Flag Indonesia saat menutup program Farmer2Farmer di Gedung Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Kamis (7/11).

Wegenaar berjanji, tahun depan akan kembali menggelar Farmer2Farmer agar dapat menjangkau lebih banyak peternak sapi perah lagi. “Program ini sangat sukses, empat peternak yang kami bawa dari Belanda bisa melakukan mentoring terhadap 450 peternak di sini. Program Farmer2Farmer ini akan kami buat lagi tahun depan,” tambahnya.

Sementara itu, sebagai salah satu peserta program Farmer2Farmer, Parman Hermanto, seorang peternak sapi perah asal Barunagri, Lembang, Jawa Barat, mengaku para peternak sebelum menjadi peternak sebelumnya mendapat pelatihan dari Dirjen Peternakan selama 15 hari di Batu Raden, Jawa Tengah. Namun ada perbedaan sistem pelatihan di Indonesia dengan pelatihan Farmer2Farmer ini.

“Kami diajarkan misalnya cara memerah sapi, cara merawat sapi, cara memotong kuku sapi dan cara mengetahui kesehatan sapi melalui pengukuran tubuh sapi. Ini merupakan tantangan untuk mengubah kebiasaan beternak dengan kebiasaan baru yang lebih baik dan efisien.  Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan Frisian Flag ini,” kata Parman. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)