Forum Anak dari Wilayah Prumpung Sawah Tunjukkan Karya Seni Anak Marjinal

Keterbatasan ekonomi tidak mematahkan semangat anak-anak marjinal di wilayah Prumpung Sawah untuk mendeklarasikan semangat mereka untuk berkarya melalui Forum Anak. Pembentukan Forum Anak ini ditandai dengan pentas seni “Prumpung Punya Cerita  & Karya” yang dilaksanakan hari ini di Prumpung Sawah, Jakarta Timur.

Pemenang pentas seni "Prumpung Punya Cerita & Karya" Pemenang pentas seni "Prumpung Punya Cerita & Karya"

Tujuan dari kegiatan Forum Anak ini adalah membentuk pola pikir anak melalui kegiatan organisasi dan kesempatan berinteraksi dengan anak dari berbagai kalangan. Dengan ini diharapkan Forum Anak dapat meningkatkan peran anak dalam menjaga kebersihan lingkungan dan berpartisipasi dalam pembangunan, sebagai agen perubahan.

“Mendorong anak-anak ini untuk mewujudkan cita-cita mereka bukanlah hal yang mudah,” kata Rohanita, penanggung jawab kegiatan forum anak. Anak-anak ini umumnya tumbuh dengan pola pikir bahwa pendidikan dan mimpi bukanlah sesuatu yang penting karena mereka harus membantu keluarga memenuhi kebutuhan ekonomi. Kami hadir di sini untuk mendorong dan menunjukkan bahwa setiap orang layak memiliki cita-cita.

Pentas Seni “Prumpung Punya Cerita dan Karya” adalah acara pertama yang diprakarsai langsung oleh anak-anak binaan Sahabat  di area Prumpung  Sawah. Kegiatan seni yang akan ditampilkan dalam acara ini di antaranya adalah tari modern, tari tradisional, membaca puisi, dan pentas drama dalam bentuk perlombaan. Acara ini juga merupakan wadah silaturahmi antar warga setempat.

Wilayah sekitar Taman Pemakaman Umum Prumpung Sawah merupakan sebuah pemukiman padat penduduk yang mayoritas berasal dari keluarga golongan ekonomi menengah ke bawah. Di area ini, Sahabat Anak, sebuah yayasan nirlaba yang fokus memberikan pendidikan serta memperjuangkan anak marjinal Jakarta, memfasilitasi anak-anak untuk mengekspresikan potensi mereka.

“Kami hadir di sini sebagai fasilitator, namun Forum Anak ini merupakan murni gagasan dan upaya dari anak-anak ini,” kata Maung, relawan Sahabat Anak Prumpung. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya yang diperlukan oleh anak-anak adalah kesempatan serta dorongan untuk menunjukkan potensi dan mimpi mereka.

Sahabat Anak berkegiatan di Prumpung Sawah sejak tahun 2000 menanggapi tingginya minat anak-anak yang sebagian besar berprofesi sebagai pengamen. Berawal dari sebuah kelas bimbingan belajar yang diikuti oleh 20 anak, kini Sahabat Anak Prumpung memiliki lebih dari 200 anak yang mengikut kegiatan belajar rutin. Saat ini Sahabat Anak mengoperasikan dua rumah belajar, dengan fasilitas bimbingan belajar, perpustakaan, kelas seni dan musik serta pelayanan kesehatan.

Yayasan Komunitas Sahabat Anak (SA) merupakan sekelompok sukarelawan yang mendukung gerakan pendampingan anak jalanan di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Saat ini SA memiliki 7 (tujuh) Bimbingan Belajar di daerah Prumpung, Grogol, Cijantung, Gambir, Manggarai, Tanah Abang, dan Kota Tua, serta 2 (dua) sekolah non formal untuk anak remaja putus sekolah.  Sahabat Anak mendukung kampanye  “Stop Beri Uang, Jadilah Sahabat Anak”.

Gerakan yang dirintis sejak tahun 1997 tersebut dimulai oleh sekelompok pemuda yang menjalin persahabatan dengan anak-anak kaum marjinal melalui acara tahunan Jambore Anak Jalanan (sekarang dikenal sebagai Jambore Sahabat Anak).

Selama lebih dari 15 tahun keberadaannya, selain Bimbingan Belajar, Pusat Kegiatan Anak/PKA (sekolah nonformal bagi remaja jalanan putus sekolah), TK/PAUD anak jalanan di Grogol, dan Rumah Singgah di area Pasar Rebo - Sahabat Anak juga memberi bantuan beasiswa bagi lebih dari 110 anak jalanan. Komunitas ini juga secara rutin melakukan pemutaran film, mengadakan taman bacaan, pembagian makanan/minuman bergizi serta pengobatan gratis. Saat ini Sahabat Anak mulai merintis kegiatan advokasi dan pemberdayaan ekonomi bagi anak-anak binaannya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)