Gerakan Nusantara ke-3 FFI Libatkan Tiga Instansi

Sukses dengan program Gerakan Nusantara, (Minum Susu Setiap Hari Untuk Anak Cerdas Aktif Indonesia) sejak tahun 2013 silam, FrieslandCampina lewat PT Frisian Flag Indonesia (FFI) kembali melanjutkan kampanye edukasi gizi anak Indonesia. Gerakan Nusantara ke tiga ini, FFI kembali menggandeng tiga instansi terkait yang bergengsi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mendikbud, Anis Baswedan menghadiri acara Gerakan Nusantara Frisian Flag. (Foto: Syukron ALi) Mendikbud, Anis Baswedan menghadiri acara Gerakan Nusantara Frisian Flag. (Foto: Syukron ALi)

Menurut Direktur Human Resources dan Corporate Affairs FFI, Sri Megawati., dari hasil survei KAP (Knowledge, Attitude & Practice) yang diukur dari aktivitas Gerakan Nusantara tahun sebelumnya, ditemukan banyak anak Indonesia yang masih membutuhkan pengetahuan tentang gizi dasar dan hubungannya dengan penunjang aktifitas belajar dan prestasi di sekolah.

“Lewat kerja sama di Gerakan Nusantara 2015 ini, kami berharap dapat mewujudkan generasi Indonesia yang sehat lewat edukasi gizi, jajanan sehat dan penerapan pola hidup aktif,” ujarnya saat membuka Gerakan Nusantara di SDN 11 Utara Kebayoran Lama, Jakarta (20/8).

Megawati menambahkan, rangkaian acara Gerakan Nusantara 2015 sendiri sudah dimulai sejak bulan Juni 2015 dan direncanakan akan menjangkau lebih dari 250.000 siswa dari 500 SD hingga bulan November 2015.

Mewakili BPOM, Halim Nababan selaku Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, menjelaskan, kerja sama BPOM dengan FFI sudah sejalan dengan program Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (AN-PJAS). Untuk itu, ia berharap agar kerjasama tersebut dapat menjangkau sasaran yang lebih luas dan efektif.

Senada dengan Halim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anis Baswedan, mengungkapkan, lewat gerakan Nusantara ini diharapkan jangkuan edukasi gizi anak dapat semakin menjangkau wilayah yang lebih banyak lagi, sehingga kebutuhan gizi anak dapat dipenuhi dan dapat menunjang aktifitas belajar mereka, sehingga tercipta generasi bangsa yang sehat, aktif dan produktif.

Gerakan Nusantara 2015 kali ini ditambah dengan kegiatan training pengajar untuk 150 guru sekolah yang berasar dari 16 kota kabupaten di 5 provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

“Materi yang kami siapkan untuk pelatihan pengajar sudah diperbarui dengan bercermin pada pembelajaran dari tahun sebelumnya. Jadi, kami berharap edukasi gizi dari Gerakan Nusantara kali ini dapat berkelanjutan dan memicu perilaku positif dengan lebih maksimal,” ucap Ahmad Syafiq, Ketua Kajian Gizi Kesehatan FKM UI.

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan lembar fakta yang diterima SWA online. Dari hasil temuan South East Asian Nutrition Survey (SEANUTS) disebutkan bahwa kadar vitamin D di bawah 50nmol/L pada anak Indonesia usia 24-59 bulan sebesar 41,4%. Sedangkan pada anak usia 5-12 tahun sebesar 46,7%. Prevalansi anemia berdasarkan pengukuran hemoglobin pada anak suai 25-59 bulan adalah 13,4% sedangkan pada anak usia 2-12 tahun adalah 12,7%.

Berdasarkan aktifitas fisik, ditemukan anak perempuan lebih lebih aktif dibandingkan anak laki-laki. Untuk anak balita, kondisi stunting parah lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, dengan perbedaan sekitar 2,2%. Sedangkan pada anak suai 5-12 tahun kondisi stunting parah terjadi lebih banyak pada anak laki-laki dibanding perempuan dengan berbedaan 1%. Sekitar 1,1% anak-anak di pedesaan mengalami wasting parah, sedangkan sisanya 6,9%nya mengalami wasting. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)