Grup Astra Bantu Sarana dan Prasarana di Kupang

 

Grup Astra makin aktif dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).  Senin lalu (9/10) kelompok usaha tersebut  memberikan bantuan dalam berbagai bentuk sarana dan prasarana kepada sekolah SMK di NTT dan Kampung Berseri Astra Sonrean, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. dengan total senilai Rp18 miliar.

Bantuan sarana dan prasarana berupa pelatihan guru dan kepala sekolah, renovasi atau pembangunan gedung sekolah, mebel sekolah, alat peraga, buku pelajaran dan perpustakaan, mesin praktek (khusus SMK), multimedia, perlengkapan sekolah, perpustakaan, UKS dan penunjang pembinaan seni dan budaya itu diberikan bersamaan dengan dilaksanakannya Festival Kampung Berseri Astra Sonraen di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

Festival Kampung Berseri Astra Sonraen untuk pertama kalinya diadakan di NTT sejak Astra, melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR), pada tahun 2015, menetapkan Desa Sonraen sebagai daerah binaan baru di NTT. Dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk program pendidikan di Kabupaten Kupang, Astra melalui YPA-MDR pada Juli 2016 mulai membina 10 SD di 2 Kecamatan (Kecamatan Amarasi Selatan & Kecamatan Takari), serta mengembangkan Kampung Berseri Astra (KBA) Sonraen.

Sejak November 2016 sampai September 2017, Astra telah melakukan berbagai pembinaan dan pelatihan guru serta sekolah, melakukan renovasi sekolah, penyuluhan pertanian dan kesehatan serta pemberian bantuan alat posyandu, penyediaan air bersih, serta perluasan program kewirausahaan berupa bantuan alat tenun dan ternak di Desa binaan Sonraen. Hal ini sejalan dengan fokus KBA yang merupakan program kontribusi sosial Astra untuk mengembangkan kampung atau daerah tertentu secara terpadu dengan mengintegrasikan 4 pilar program CSR Astra (Kesehatan Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan

NTT  mempunyai masalah yakni adalah tingginya angka putus sekolah dan rendahnya hasil uji kompetensi guru sekolah di NTT. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab Indeks Pembangunan Manusia di NTT yang masih rendah yaitu 65,2 atau di bawah rata-rata nasional sebesar 69,9. Kekurangan ini disebabkan oleh banyak hal, seperti kondisi geografis, insfrastruktur, sarana prasarana dan hal-hal yang bersifat fisik lainnya. Para guru diharapkan terus semangat dalam mengajar para muridnya agar dapat meningkatkan kualitas manusia di Kupang.

Mengingat pentingnya peningkatan pendidikan di Kupang, YPA-MDR sejak tahun 2016 telah membina 136 guru, 1.605 siswa dan 10 SD di Kupang. Tahun 2017, YPA-MDR bekerjasama dengan Surya Institute untuk memfasilitasi Program Pelatihan Matematika Metode Gasing. Program ini dilaksanakan selama dua bulan (Maret-Mei 2017) dimana guru dan siswa binaan menimba ilmu matematika dengan Metode Gasing di Tangerang.

Dihadiri Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N. Rosalin, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Kupang Ayub Titu Eki, serta Direktur PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko, Pemerintah Kupang berharap acara ini dapat semakin memajukan kualitas hidup masyarakat NTT. “Kami berharap bantuan yang diberikan Grup Astra dapat  mengembangkan Kupang sebagai kota terbesar di Pulau Timor. Melalui program pembinaan KBA kami berharap masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sesuai dengan 4 pilar program CSR Astra, ujar Paulus  dalam sambutannya.

Dalam festival ini, Astra bersama sejumlah anak perusahaan melaksanakan berbagai kegiatan kontribusi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan pertanian, seminar parenting, penanaman pohon dan kunjungan ke sekolah binaan. (Rian S)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)