Grup Enesis Kirim Bantuan ke WNI di Tiongkok dan Hong Kong

Wabah virus corona (2019-NCoV) yang mulai merebak pada Desember tahun lalu hingga hari ini menyebabkan 60.179 korban sakit dan ratusan yang meninggal. Walau 243 WNI sudah berhasil dipulangkan pemerintah, ternyata masih ada 1.890 WNI yang tinggal di Tiongkok dan Hong Kong yang penting untuk diperhatikan agar tidak terdampak virus corona. Grup Enesis mengambil inisiatif tanggung jawab sosial dengan mengirimkan masker, Antis dan produk untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Andri Hadi yang ditemui di Kantor Kemenlu (12/02/2020), mengatakan,masih ada 1.890 WNI yang tinggal di luar wilayah karantina (Wuhan). "Mereka pun rentan terdampak virus ini. Kami sudah menghimbau pentingnya penggunaan hand sanitizer dan masker. Hanya saja barang-barang tersebut di Tiongkok dan Hongkong sudah lumayan langka, bantuan ini sangat kami hargai. Beginilah kita harus menghadapi kondisi ini, kita hadapi bersama saling bantu. Bukan soal jumlahnya, kami menghargai perhatian ini,” ungkap Andri.

Andri menambahkan, bahwa kondisi wabah virus corona ini membuat Deplu, terutama Direktorat Perlindungan WNI dan BHI yang dulu lebih banyak terkait kasus hukum, kini mulai menangani pencegahan dan menyiapkan langkah efektif penyakit baru.

Elkana Lewerissa, Ketua Yayasan Enesis Indonesia, mengatakan, pihaknya menghubungi Deplu agar bantuan ini bisa disalurkan dengan tepat. “Salah satu program dari Yayasan Enesis Indonesia adalah Public Health & Education, program ini berfokus untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan dalam masyarakat. Tujuan dari Public Health & Education adalah mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat dan mengurangi angka kematian dan angka orang sakit,” katanya.

Yayasan Enesis Indonesia menyalurkan bantuan berupa 1.000 karton Antis Hand Sanitizer yang berkadar alkohol 70%, 1.000 buah masker dan 1.000 karton Adem . Bantuan diterima oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Andri Hadi dan Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Judha Nugraha di Kantor Kemenlu Jakarta.

“Kemitraan pemerintah dan swasta merupakan langkah strategis dalam perlindungan WNI di luar negeri dalam pencegahan virus corona,” kata
Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Judha Nugraha. Budiman Goh, Chief Operating Officer Grup Enesis, menambahkan khusus Sensa Cool tidak dikirim dari Indonesia, tapi memang sudah ada di sana, karena produk tersebut sudah menjadi produk ekspor ke negara tersebut sejak 2011.

Budiman mengakui wabah virus corona ini menyebabkan permintaan produknya terutama Antis, meningkat pesat sampai 400%. “Line produksi kami kini beroperasi 24 jam untuk melayani permintaan meningkat luar biasa. Kami tidak mengeruk keuntungan dari musibah ini. Harga tidak kami naikkan, bisa dilihat di official store perusahaan di berbagai marketplace. Produksi kami tingkatkan karena negara tetangga juga minta produk Antis, di sana tidak ada produk seperti ini,” ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)