Habitat for Humanity Indonesia Bersama Donatur Membangun 100 Rumah Si Miskin di Babakan Madang

Bertempat di Hotel Four Sesason, Jakarta, malam itu (17/11) menjadi istimewa. Pasalnya acara peluncuran kampanye “Nation Builder” dan program “Ambassador Digs” yang dihadiri oleh 16 duta besar yang bertugas di Indonesia dan sejumlah pengusaha terkemuka.

Gala Dinner Jimmy Marsin, Duta Besar Kanada untuk Indonesia bersaa Becky Tumewu Gala Dinner Jimmy Marsin, Duta Besar Kanada untuk Indonesia bersama Becky Tumewu

Bintang tamu pada acara penuh keakraban ini di antaranya Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake. Selain itu hadir para pemimpin perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional seperti Edwin Soeryadjaya (Pendiri Saratoga), Eddy Sariaatmadja (Komisaris SCTV), Jusuf Abrianto (Komisaris Bank ANZ), Jimmy Lie (Managing Direktur Bank BSI). Tak ketinggalan acara yang dipandu MC Beckty Tumewu itu dihibur dengan penampilan Indonesia’s Got Talent, Sand Artist Denny Darko, beberapa selebritis seperti Miss Universe 2013 Whulandary Herman, Presenter Indra Bekti, Kelly Tandiono dan Janice finalis dari Asia’s Next Top Model.

Apa sih Nation Builder? Ini adalah gerakan yang ditujukan untuk menciptakan suatu perbedaan dalam perumahan miskin di Indonesia. Gerakan Nation Builder ditargetkan untuk melayani 60.000 keluarga dan mengumpulkan dana sebesar US$ 48 juta dalam kurun waktu hingga 5 tahun ke depan.

Alasan pemilihan sektor perumahan dikarenakan perumahan yang layak bisa dijadikan sebagai dasar untuk memutus siklus kemiskinan. Hal ini akan membuka pintu untuk peningkatan kesehatan, kinerja yang lebih baik di sekolah dan kesempatan ekonomi yang lebih besar yang memberi dampak positif bagi pendidikan anak-anak dan prospek masa depan mereka.

Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( bps.go.id) Indonesia adalah negara ke-4 terpadat di dunia di mana sekitar 13,6 juta orang yang membutuhkan perumahan.

Tim  Habitat dan relawan siap membangun 100 rumah di Babakan Madang Tim Habitat dan relawan siap membangun 100 rumah di Babakan Madang

Untuk itulah Habitat For Humanity Indonesia, lembaga nirlaba internasional yang berfokus pada pembangunan hunian layak bagi keluarga yang kurang mampu, terus tergerak meningkatkan pembangunan perumahan untuk kalangan ekonomi lemah. Dalam hal ini Habitat For Humanity Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggalang dana dan mewujudkan rumah idaman saudara kita yang kurang mampu.

Nah, mitra-mitra kerja Habitat For Humanity Indonesia dalam peluncuran gerakan Nation Builder adalah disponsori oleh Bank BSI, Kepala Luar Negeri dari berbagai negara diwakili oleh duta besar masing-masing bersama-sama dengan pemimpin perusahaan multinasional lokal dan asing diajak bersama-sama untuk membangun Indonesia dan mengurangi perumahan miskin.

Acara makin meriah manakala Edwin Soeryadjaya, Pendiri dan Ketua dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, berbagi pengalamannya mengenai keterlibatannya dengan Habitat. “Saya menantang kepada setiap orang untuk melakukan kampanye 100 rumah selama acara makan malam berlangsung yang sebenarnya sebuah tetesan di lautan namun adalah sebuah permulaan yang baik,” ujar Edwin.

Hasilnya bagaimana? Tidak sia-sia tantangan dari pengusaha Edwin Soeryadjaya itu. Sebab sampai akhir acara berhasil mengumpulkan donasi sebesar US$330.000 dengan 101 rumah yang akan dibangun. Tentu saja kepedulian para donatur ini akan meringankan beban si miskin.

Pembangunan 100 rumah di Babakan Madang

Setelah peluncuran gerakan Nation Builder dilakukan (17/11), maka esok paginya (18/11) diadakan seremonial penggalian pondasi untuk pembangunan rumah layak huni bersama Habitat For Humanity Indonesia di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan, Madang, Sentul, Jawa Barat. Acara yang diikuti oleh pejabat-pejabat dari lebih 27 kedutaan besar hadir itu makin meriah dan lancar di tengah sejuknya udara di lokasi.

Pembangunan rumah untuk kaum tidak mampu di Babakan Madang dimulai Pembangunan rumah untuk kaum tidak mampu di Babakan Madang dimulai

Sejatinya, sejak tahun 1997 Habitat for Humaity Indonesia sudah membangun rumah untuk 40.000 keluarga di Indonesia. Nah, sekarang LSM itu sedang membangun di Babakan Madang.

Pencapaian Habitat For Humanity Indonesia untuk acara ini akan berdampak bagi kehidupan 500 orang dengan menyediakan 100 perumahan yang kokoh, aman dan terjangkau dengan bantuan 1.500 relawan. Para duta besar yang penuh rasa simpati dan para pejabat yang berpartisipasi dalam acara ini mendorong yang lainnya untuk datang dan membuat sebuah perubahan.

Pemilihan daerah Babakan Madang ini bukan asal tubruk. Pertimbangannya, Habitat for Humanity Indonesia ingin mencari satu tempat yg tidak jauh dari Jakarta, tapi bisa merepresentasikan keadaan masyarakat miskin di Indonesia.

Apalagi banyak masalah krusial yang dihadapi daerah Babakan Madang. Beberapa di antaranya adalah penyaluran fasilitas air yang tidak memadai, sanitasi yang buruk, serta lebih dari 70% rumah tangga tidak memiliki jamban di rumah-rumah mereka.

Berdasarkan data Habitat For Humanity Indonesia tentang kondisi masyarakat Babakan Madang adalah: sebanyak 38% dari rumah-rumah non-permanen memiliki dinding yang terbuat dari anyaman bambu, dan mayoritas kondisinya buruk. Lalu, 38% tempat tinggal menggunakan asbes untuk atap rumah mereka. Juga, 10% rumah tangga tidak memilinki listrik dan 28% kondisi lantai rumah masih tanah, yang merupakan penyebab utama terhadap masalah pernapasan pada anak-anak. .

Lokasi Kecamatan Babakan Madang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tahun 2009 BPS mencatat di sana terdapat sekitar 25.448 keluarga yang tinggal dengan perbukitan seluas 9.871 hektar (Ha), total penduduk 98.413 orang. Yang memprihatinkan, kurang lebih 75% keluarga di desa itu hidup di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan rata-rata Rp180 ribu tiap orang dengan pekerjaan yang terbatas pilihannya.

Kiprah Habitat for Humanity Indonesia

Seperti kita ketahui, karena krisis penampungan di kawasan membawa dampak pada isu pembangunan, pekerjaan Habitat For Humanity Indonesia menyentuh semua bidang. Selain menyediakan rumah yang layak, Habitat for Humanity Indonesia merespon bencana, menyediakan air dan sanitasi, pendidikan kesehatan dan mengembangkan solusi perumahan berkelanjutan.

Sampai sekarang Habitat For Humanity Indonesia sudah melayani lebih dari 42.000 keluarga di 13 provinsi sejak mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1997. Pekerjaan penting ini dibiayai sebagian besar dengan dukungan sumbangan yang besar dari organisasi, individu dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Bekerja sama dengan Habitat For Humanity Indonesia, memastikan bahwa orang-orang dapat membuat sebuah perbedaan bagi kehidupan dari mereka yang sangat membutuhkan bantuan kita. “Silakan bergabung dengan Habitat untuk menciptakan Indonesia agar setiap orang memiliki kesempatan untuk memenuhi impian mereka sendiri, memenuhi hak asasi mereka yakni penampungan yang lebih baik jauh kemiskinan, konflik atau bencana,” kata James Tumbuan, Direktur Nasional Habitat For Humanity Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)