HSBC Gelar Young Entrepreneur Challenge

Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia usaha di Indonesia, HSBC Indonesia meluncurkan program pengembangan kewirausahaan Young Entrepreneur Challenge (YEC). Di Indonesia program ini baru pertama kali diluncurkan. Sebenarnya program YEC pertama kali dirintis di Hongkong sejak tahun 2004, selanjutnya dikembangkan di Bangladesh, Brunei, Malaysia, China, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

hsbc, CSRMenurut Maya Rizano, Head of Communications & Corporate Sustainability HSBC Indonesia, YEC merupakan salah satu program Corporate Sustainability yang difokuskan untuk  kewirausahaan melalui pilar pendidikan. Dipilihnya kewirausahaan untuk mendorong mahasiswa agar dapat memberi kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa, melalui pengembangan usaha yang dapat menghasilkan multiple effects positif. Kreativitas, mental positif, dan pola pikir maju menjadi unsur utama bagi penciptaan karakter generasi muda yang handal. “Kami menyadari pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar menjadi katalisator perekonomian bangsa ,” tegas Maya.

Program YEC akan digelar mulai Maret hingga Juli 2012, untuk jenjang S1 dan S2. Dimana calon peserta dapat mengirimkan proposal business plan melalui www.asiayechallenge.com. Program ini  merupakan sebuah kompetisi yang menantang kemampuan kewirausahaan mahasiswa melalui pembuatan Business Plan yang kreatif, applicable, dan layak secara komersial. “Kami akan menjadikan YEC menjadi program tahunan di Indonesia, untuk tahap pertama kami menargetkan 250 submission (1 kelompok terdiri dari 4 orang),” ujar Maya menambahkan.

Nantinya di awal kompetisi seluruh peserta mendapatkan kesempatan mengikuti workshop kewirausahaan yang khusus digelar HSBC. Melalui seleksi yang ketat akan dipilih tiga pemenang dengan urutan peringkat Bronze, Silver, Gold, dengan total hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta. Selanjutnya pemenang utama (Gold) akan mewakili Indonesia pada bulan Juli di Hongkong untuk bersaing dengan peserta dari negara-negara Asia seperti dari negara-negara lain seperti Philipina, Bangladesh, Thailand, Brunei, Malaysia, China, dan tuan rumah Hong Kong untuk memperebutkan hadiah HK$ 50,000 serta menghadiri konferensi kewirausahaan internasional di Hong Kong senilai HK$ 60,000.

Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia menunjukkan dari puluhan ribu lulusan baru perguruan tinggi, hanya sekitar 17% yang berminat untuk menjadi wirausahawan. Kajian Kemenkop UKM Januari 2012 juga menyebutkan jumlah wirausahawan di tanah air baru mencapai 1,56% dari total penduduk. Kenyataan ini membuat Indonesia tertinggal jauh dari negara Asia lainnya seperti: China dan Jepang dengan jumlah wirausahawan 10% dari total populasi, Malaysia 5%, dan Singapura 7%. Terlebih lagi di Amerika, lebih dari 12% penduduknya menjadi entrepreneur.

Agus Muharram, Deputi Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan SDM, menambahkan, melalui ajang seperti ini, dapat mendorong generasi muda yang memiliki spirit dan modal kuat untuk menjadi wirausahawan, sehingga secara signifikan mereka dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.” Dengan tumbuhnya kewirausahaan, akan semakin terbuka lapangan kerja baru, menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan yang ditopang oleh lulusan yang produktif dan berwawasan global,” kata Agus.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)