HUT ke-4 Komunitas Neuronesia Ajak Masyarakat Praktik Ilmu Neurosains

Kemajuan teknologi, tidak saja mengubah gaya hidup manusia dari generasi ke generasi, mulai dari cara pandang, cara berpikir, bahkan akselerasi neuron otak dalam merespons setiap perubahan dan kemajuan teknologi informasi tersebut. Melalui ilmu neurosains dan disiplin ilmu lainnya diharapkan dapat membantu menjelaskan proses perubahan itu terjadi secara ilmiah.

Untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat awam, harus dengan bahasa-bahasa yang membumi. Itulah sebabnya, bertepatan dengan perayaan hari jadi terbentuknya Komunitas Neuronesia yang ke-4, komunitas pencinta ilmu neurosains kembali menyelenggarakan seminar dan diskusi panel dengan judul: “Otimize Your Brain” – to get high performance di Jakarta (13/4/2019).

“Dahsyatnya arus informasi dan perubahan lingkungan hidup tersebut, sangat berpengaruh terhadap akselerasi neuron otak dalam merespons setiap perubahan dan kemajuan teknologi informasi. Melalui seminar ilmu neurosains ini diharapkan dapat menstimulasi partisipan untuk mempelajari dan mempraktikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-harinya. Terutama cara mengoptimalkan otak berpikir untuk meningkatkan kinerja,” jelas pakar neurosains, Prof. Dr. dr. KH. Salamun Sastra, MPH., MSc., MBA (Hosp)., SpM., BrP

Menurut Salamun, langkah itu mampu meningkatkan kemampuan berpikir kognitif, emosional, spiritual dan sosial seiring dengan perubahan teknologi saat ini. Sehingga dapat menikmati hidup, senantiasa merasakan ‘senang’ (sukses dunia dan akhirat) dengan kebiasaan-kebiasaan positif, berbudaya gaya hidup yang sehat. “Happy brain with healty life,” dia menegaskan/

Komunitas Neuronesia lahir pada tanggal 29 Maret 2015. Melalui ilmu neurosains, diharapkan dapat mewujudkan visi misinya, yaitu: “Indonesia Cerdas Berahlak Mulia”. Neurosains adalah ilmu yang khusus mempelajari tentang otak dan dinamikanya. Otak merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bagian yang terkecil dari otak disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron dan dendrit.

“Semua gerakan tubuh kita dikontrol oleh otak. Kita mau makan, tidur, belajar, berpikir, berperasaan, sampai berpikiran inovatif dan menemukan segala sesuatu, senantiasa dimulai dari otak. Neurosains mempelajari semua hal yang berkaitan erat dengan fungsi otak, intelektual, dan kesadaran manusia,” ungkap Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D., Board of Honor of Neuronesia Community.

Komunitas Neurosains saat ini telah memiliki anggota sebanyak 1.000 anggota. Tiap beberapa bulan sekali komunitas ini mengadakan seminar untuk berdiskusi dan berbagi informasi mengenai perkembangan perilaku gaya hidup saat ini yang dikaitkan dengan pola pikir otak. Komunitas ini terbuka untuk setiap orang yang ingin mengetahui ilmu neurosains dan bagaimana mengoptimalkan sistem pola pikir yang ada di dalam otak.

“Membumikan bahasa rincian bagian-bagian besar otak secara umum dan fungsi-fungsi dasar proses otak bekerja serta membangun jalan-jalan pikirannya. Bagaimana otak mengolah informasi-informasi yang diterima, dan mengetahui proses berpikirnya terjadi. Sadar dan mampu meregulasi proses belajar terjadi; learning, unlearning, dan relearning,” kata Bambang Iman Santoso, ST, MM.,Co-founder dan CEO dari PT Neuronesia Neurosains Indonesia, tentang tujuan seminar ini.

Bagi Bambang, untuk memahami proses internal, otak berpikir koginitif secara optimal, kecakapan emosional, spiritual dan sosial terjadi. Contoh, membuat keputusan yang benar, bersikap dan berperilaku yang baik, bergaya hidup sehat, berbudaya positif terhadap perubahan di setiap generasi, dan seterusnya agar menjadi manusia cerdas berahlak mulia,” ungkapnya.

Sesuai dengan judul dan topik seminar ini, diharapkan partisipan dapat sesuatu pengetahuan yang bisa dibawa pulang dan dapat dengan mudah dipraktikan. Sepert bagaimana caranya para peserta dapat mengetahui mengoptimalkan fungsi otak dan pikirannya, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Baik output maupun prosesi menjalani aktivitas mereka (berpikir dan berperilaku) senantiasa merasakan "happy" dengan gaya hidupnya yang sehat.

Dokter Amir Zuhdi pembicara pertama lebih banyak membicarakan anatomi dan fungsi otak secara umum dengan bahasa bumi. Sehingga partisipan dapat paham dengan mudah, terutama yang terkait dengan topik seminar. Mulai dari tumbuh kembang otak anak, pengertian “otak normal”, sampai dengan pemahaman “otak sehat”.

Sementara itu, Supra Wimbarti, PhD. membeberkan proses “Human Brain Development”. Dari masa kecil hingga dewasa, dan menjadi tua. Mulai seorang anak berpikiran belum memahami dirinya secara utuh (otak dan pikiran), karena masih menebak-nebak. Sampai dengan dia melakukan perbaikan diri atau peningkatan kinerja, sehongga tidak sekadar berubah.

Dr. Tauhid Nur Azhar, S.Ked., M.Kes., lebih dalam lagi membahas secara holistik. Seperti sirkuit otak, neurotransmitter dan enzim-enzim yang berpengaruh, nutrisi – termasuk kebiasaan makan dan minum, lingkungan dia hidup; tempat tinggal dan tempat berkerja atau beraktivitas, budaya setempat, bersosialisasi, pandangan berpolitik hingga keeputusan berkehidupan dan ber-Tuhan.

Lina Sjamsil memberikan sharing aplikasi-aplikasi dan implementasi ilmu neurosains secara praktis di dalam kehidupan sehari-hari. Terutama terkait topik seminar ini. Pengalaman hidupnya di Jerman, orang Indonesia yang tinggal di Jerman, serta orang Jerman yang hidup di Indonesia. Dia banyak bercerita tentang pelatihan-pelatihan neurosains yang pernah diberikan di Jerman secara umum seperti apa.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)