Indonesia Berpartisipasi dalam Street Child World Cup 2014

Di Indonesia, jumlah anak jalanan rupayanya masih tinggi, seperti yang bisa kita lihat sehari-hari banyak sekali anak yang bekerja di lampu merah jalanan ibukota. Keadaan yang tentu saja memprihatinkan, menurut data Kementrian Sosial, jumlah anak jalanan di Indonesia berjumlah 230 ribu orang. Hal inilah yang akhirnya menggerakan anak-anak muda dari Transmuda Energy Nusantara  (TEN) untuk melakukan sesuatu kepada anak-anak ini.

Yayasan TEN menginisiasi program pendampingan bagi anak jalanan Indonesia lewat sepak bola. Ternyata sepak bola tetaplah menjadi olahraga yang bisa meleburkan siapa saja ke dalam permaiannya. Tahun 2014 tim dari Indonesia yang diberi nama Garuda Baru berkesempatan untuk bertanding diajang Street Child World Cup yang akan diadakan di Rio De Janeiro, Brazil.

“Awalnya Street Child Worl Cup diadakan tahun 2010 dengan 8 negara saja, kita tertarik dan mulai coba untuk ikut juga jadi kami mulai korespondensi dan responnya sangat cepat hingga akhirnya kita bisa ikut bermain di tahun 2014,” ujar Mahir, seorang pengurus Yayasan TEN.

Anak-anak yang ikut berpartisipasi akan dipilih dari 7 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur. Seleksi akan dimulai pada bulan November dan Desember. Sejumlah anak yang nantinya terpilih akan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dalam national camp yang akan diselenggarakan pada bulan Januari-Maret.

Yayasan TEN tidak hanya akan berhenti sampai di sana saja, Mahir menekankan program ini adalah salah satu upaya untuk menarik perhatian anak muda untuk berani berinisiatif dalam merangkul anak jalana dalam bidang olahraga. Setelah ajang ini, Garuda Baru akan berlanjut dengan melakukan pendampingan kepada anak jalanan meliputi bimbingan akademis dan non akademis.

“Jadi kita tidak akan berhenti sampai mereka berangkat ke Rio saja tapi nanti setelah kembali kita lihat anak-anak di mana kelebihannya kalau memang masih mau sekolah kita kasih beasiswa, kalau ada yang suka musik, maka akan  ajak beberapa musisi untuk mengajari anak-anak ini supaya bisa jadi musisi profesinal,” jelas Mahir. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)