Inilah Empat Penerima Penghargaan PAB XV

Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) kembali diserahkan kepada putra putri terbaik bangsa ini. Apresiasi ke-15 ini diserahkan di Ballroom Djakarta Theater (22/08/2017).

"Inilah salah satu cara kami menghargai tokoh terbaik bangsa ini. Juga diharapkan bisa menjadi contoh generasi mendatang Indonesia," ujar Ardi Bakrie, salah satu Direksi Grup Bakrie yang juga cucu Achmad Bakrie. Ada empat kategori penghargaan Ahmad Bakrie Award bersamaan dengan peringatan 75 tahun Grup Bakrie ini.

Empat tokoh inspirasional Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XV Tahun 2017 untuk kategori pemikir sosial diterima Saiful Mujani. Ia tokoh yang memperkenalkan metode empirik dalam tradisi ilmu politik Indonesia sejak 15 tahun lalu. Metode ini terbukti telah memperkaya diskusi dan cara pandang kita untuk memahami proses politik dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Tanpa survey pemilu dan penelitian tentang perilaku pemilih kita hanya bisa berspekulasi dan menebak-nebak. Kini, lewat sumbangannya, ilmu politik Indonesia berhasil maju selangkah dalam membaca realitas di negeri kita.

Kategori kedua di bidang kedokteran PAB diterima oleh Terawan Agus Putranto. Di tangan dokter ini, para penderita kanker di Indonesia bahkan dunia memiliki harapan baru dengan tingkat kesembuhan lebih cepat. "Hari ini saya menangani sekitar 23 pasien. Saya bukan dari orang kecukupan, untuk bisa melanjutkan spesialis saya masuk menjadi tentara, Alhamdulillah saya bisa jadi dokter spesialis," ujarnya.

Terawan melakukan terobosan dengan tindakan Intra Artenial Heparin Flushing (IAHF) yang merupakan modifikasi teknik pencitraan Digital Substraction Angiography (DSA), dan kemudian dilanjutkan dengan Flushing Heparin dengan panduan kateter. Cairan Heparin yang digunakan berfungsi sebagai terapi pada otak. Hanya berselang empat hingga lima jam penderita stroke bisa merasakan hasilnya.

Temuan Terawan dengan metode Cuci Otak ini dibuktikan secara ilmiah melalui riset dan disertasi doctor berjudul Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentitials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis yang dipertahankannya pada 4 Agustus 2016. Ardi mengakui pengobatan ini sangat bagus karena terbukti ini metoda ini dijalani ayahnya juga.

Lalu ada kategori Kebudayaan Populer Alternatif, ini merupakan yang pertama diberikan di PAB. Kali ini jatuh pada penyanti yang dikenal dengan lagunya Kamelia yaitu Ebiet G. Ade. Penghargaan ini diberikan karena karya Ebiet dianggap menambah khasanah musik Indonesia yang kala itu dilanda arus mediokritas dan bahasa seragam. Ia dianggap melalui karyanya bisa menghadirkan harmonisasi lirik dan nada, tak canggung memilih diksi khas saat berekspresi, pemakaian gaya tutur yang tak lazim, di sana kekuatan itu muncul, inspiratif. Coba tanyakan pada rumput yang bergoyang, ini menjadi pepatah yang hingga kini banyak digunakan orang untuk menyampaikan ketidaktahuannya.

Untuk pertama kali PAB diberikan pada generasi muda yang telah melakukan terobosan dalam hal teknologi dan kewirausahaan yaitu Nadiem Makarim pendiri Go-Jek. Perusahaan rintisan ini telah menjadi perhatian dunia, karena terobosannya menjadi solusi transportasi di kota besar di Indonesia. Bukan hanya itu Go-Jek juga dianggap mampu menjadi penyediaan lapangan kerja mandiri, yakni teknologi, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. Nadiem juga menjadi inspirasi bagi para generasi muda bahwa dengan teknologi bukan saja bisa membangun wirausaha baru tapi juga pemberdayaan masyarakat.

Acara PAB XV ini akan disiarkan pada hari Minggu 28 Agustus 2017 pukul 20.30 di TVOne juga melalui channel digital Viva. Penghargaan ini sekaligus sebagai perayaan 75 tahun Kelompok Usaha Bakrie . Tahun ini kembali Yayasan Achmad Bakrie menggandeng Freedom Institute dan tentu saja Viva Group.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)