Inilah Pemenang Kino Youth Innovator 2017

Sejak tahun 2016, PT Kino Indonesia Tbk. mengadakan program Kino Youth Innovator Award (KYIA) untuk menularkan budaya inovasi ke generasi muda.

KYIA diadakan pertama kali tahun 2016 dan mengangkat tema Build Up A Glocal Innovation, sedangkan untuk tahun 2017, KYIA bertema Advancing Indonesia Through Local Heritage. Inovasi glocal (global from local), yaitu bagaimana memanfaatkan sumber daya alam lokal atau warisan leluhur menjadi satu komoditas yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, dan internasional pada umumnya, memang selalu menjadi titik berat atau diferensiasi dari kompetisi ini.

Pada Februari lalu, Kino melakukan roadshow ke lima universitas sekaligus langkah seleksi awal. Budi Susanto, Direktur Marketing PT Kino Indonesia Tbk puas dengan proposal yang masuk secara kuantitas dan kualitas bagus. Setidaknya terkumpul 204 proposal yang berasal dari 35 universitas di seluruh Indonesia. Dari proposal yang terkumpul, diseleksi 10 proposal untuk maju ke babak Grand Final, dan hasilnya KYIA 2017 ini dimenangkan oleh perwakilan dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

"Ide- ide yang diajukan sangat berkualitas, inovatif dan out of the box,” ujarnya. Dari seluruh proposal yang masuk, proposal inovasi di food and beverages mendominasi dengan porsi 60 persen, diikuti 16 persen inovasi produk personal care, 14 persen produk herbal dan pharma, 10 persen kategori house hold dan lain-lain.

Dengan mendorong penggunaan produk lokal pada pada ide-ide yang diajukan mahasiswa, pihaknya ingin menunjukan betapa kaya bahan dan itu bisa dimanfaatkan generasi muda untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Dari 204 proposal tersebut, terpilihlah 10 finalis dari 9 universitas yang masuk ke dalam babak final, yaitu perwakilan dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada Yogyakarta (2 perwakilan), Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Hasanuddin Makasar, Institut Teknologi Bandung, Universitas Lampung, Universitas Brawijaya Malang, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Kesepuluh finalis terpilih tersebut kemudian dikarantina dalam Kinovation Camp, sebuah program di mana para finalis akan mengikuti dua rangkaian besar acara yaitu pembekalan inovasi dan final defense challenge. Kinovation Camp ini diadakan selama 3 hari, yaitu 23- 25 Agustus 2017, di Tretes, Pasuruan. Pada sesi final defense challenge, finalis harus mempresentasikan dan mempertahankan ide inovasinya di hadapan para juri yang berpengalaman, yaitu Dr. Mamat Rahmat, S.Si, M.Si; Herlina, S.Si, MM; dan Benny Kurniawan, S.Kom, MBA.

“Effectiveness dan problem solving mendapat porsi yang lebih besar, karena di situlah makna inovasi. Inovasi bukanlah hanya sekedar menciptakan hal- hal baru, namun juga bagaimana ia menjawab kebutuhan pasar. Inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, akan berhasil, namun yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar akan dilupakan,” jelas Budi.

Budi menegaskan kepada finalis pada sesi pembekalan bahwa inovasi bukanlah titik akhir. Selanjutnya, seorang inovator harus mengerti benar bahwa keberhasilannya bergantung pada bagaimana ia dapat menyampaikan ide inovasi tersebut ke pasar, ide strategis menjawab setiap tantangan dan persaingan serta bagaimana agar inovasi tersebut bertahan lama di pasar.

Miranda Agnes Christianty, perwakilan dari Universitas Kristen Satya Wacana yang berhasil menjadi pemenang KYIA 2017 mengungkapkan apresiasi tinggi pada program ini, bukan karena ajang lombanya saja, tapi justru dia merasakan manfaat ilmu baru yang didapat di Kinnovation Camp selama 3 hari. Budi berharap upaya Kino ini bisa berkontribusi jangka panjang bagi Indonesia.

Berikut tiga pemenang utama san dua pemenang harapan dalam KYIA 2017:

• Juara 1: Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, yang diwakili oleh Miranda Agnes Christianty, Ronal Febria Hindra dan Fita Fitriani.
• Juara 2: Institut Pertanian Bogor, yang diwakili oleh Fitria Irsbawati, Rosma Alami, dan Sylvia Indriani.
• Juara 3: Universitas Padjajaran, Bandung, yang diwakili oleh Poppy Lukytasari, Syofie Deviyanti dan Zahra Radhiya
• Juara Harapan 1: Universitas Hasanuddin, Makassar, yang diwakili Tri Puspita Roska, Apriani M, dan Nurmayanti.
• Juara Harapan 2: Universitas Lampung, dengan perwakilan Selviana Larasati dan Reno Raines.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)