JC Johnson Ajak 220 Siswa SD Cegah DBD

Predikat Indonesia sebagai negara kedua terbesar yang terjangkit penyakit demam berdarah (DBD), membuat JC Johnson terpanggil untuk ikut ambil bagian menekan angka penyakit tersebut. Kegiatan yang bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) ini, juga sekaligus merupakan upaya untuk menyukseskan program Dinas Kesehatan Jakarta, yaitu Terbebas Demam Berdarah pada 2020. Dengan mengusung program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Cilik, kegiatan ini melibatkan sebanyak 220 siswa dari 55 sekolah dasar yang ada di Jakarta, pemegang merek Baygon ini.

Jumantik CIlik

“SC Johnson berperan aktif dalam pencegahan penyebaran demam berdarah di Indonesia. Kami cemas penyakit demam berdarah dianggap remeh seperti flu musiman, sementara anak-anak dengan kekebalan tubuh yang lebih rendah berisiko terjangkit penyakit fatal ini kapan pun dan di mana saja. Kami percaya anak-anak yang saat ini menjadi korban terbesar demam berdarah dapat dilatih dan diberdayakan agar menjadi agen perubahan untuk melawan demam berdarah,” jelas Sameer Garg, Presiden Direktur SC Johnson JHHP.

Program Jumantik Cilik ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Pada tahun lalu, jumlah sekolah yang dilibatkan sebanyak 50 sekolah dasar. Tahun ini mengalami peningkatan, yaitu di 55 sekolah dasar yang berbeda di Jakarta. Secara keseluruhan program ini dapat mengikutsertakan 220 siswa sekolah dasar, 55 guru, dan 61 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

“Angka mereka yang terjangkit DBD di Jakarta dari 2014 sampai 2015 memang menurun drastis. Data menunjukkan, hingga april 2014 terjadi sebanyak 4285 kasus DBD, sedangkan data pada 2015, angkanya menurun menjadi 1896 kasus. Yang terjadi peningkatan justru pada mereka yang meninggal. Pad atahun 2014 ada 6 orang yang meninggal dan 2015 ada 7 orang meninggal. Jadi, saua dukung program ini. Karena nyamuk itu kan kecil, maka harus dilawan sama anak-anak juga. Sekaligus ini juga dapat menjadi bagian dari Usaha Kesehatan Sekolah agar biasa memberantas nyamuk,” jelas Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum Jumantik Cilik ini dilakukan, JC Johnson terlebih dahulu melakukan pelatihan kepada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, yang kemudian akan berperan sebagai fasilitator untuk siswa-siswa sekolah dasar. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini, tidak lupa untuk memberikan edukasi untuk para guru yang akan mengdampingi tiap-tiap siswa dalam pengimplementasian program di sekolah. Bukan hanya di sekolah, program ini juga diharapkan dapat dijalankan dalam lingkup keluarga dan lingkungan di sekitar. Sebagai acara puncak, akan diadakah Jambore Jumantik 2015, pada 25 April 2015 di Cilandak Town Square.

Wujud kepedulian JC Johnson dalam memberantas penyakit DBD, bukan hanya melalui program ini. Untuk menjangkau area yang lebih luas, perusahaan yang juga memegang merek Autan ini, bekerja sama dengan Indomart di 22 kota untuk melakukan program pemberantas demam berdarah seperti fogging dan edukasi peningkatan kesadaran masyarakat akan DBD. Edukasi sejenis juga dilakukan melalui televisi, toko, dan media digital. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)