Kepedulian Kalbe terhadap Penderita Kanker

Sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia, penyakit kanker menjadi momok menakutkan tersendiri bagi penderitanya. Di tahun 2012, tercatat 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI selama tahun 2010-2013, kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru merupakan penyakit terbanyak di Jakarta dan jumlah kasus baru serta kematian akibat kanker terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan fenomena tersebut, PT Kalbe Farma Tbk melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Cancer Care Community (ICCC) melakukan peringatan hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) dengan Tema “There is a ‘Can’ in Cancer”. Tahun 2016 ini sudah menjadi tahun ke-4 bagi KECC dalam melaksanakan event seperti ini.

20160214_100439-640x480KECC ini merupakan wadah khusus yang digunakan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan secara menyeluruh. Tujuannya adalah agar masyaraat sadar dan peduli akan pentingnya kesehatan. Yang menjadi fokus bagi KECC adalah penyakit berat seperti ginjal dan kanker. Setiap tahunnya, KECC mengangkat tema yang berbeda dengan tetap fokus pada penyakit ginjal dan kanker.

“Kalbe akan terus mewujudkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat khususnya terhadap penderita kanker. Kita harus memberi semangat agar para penderita kanker tidak merasa putus asa dan tetap produktif,” papar Ridwan Ong, Marketing Director Pharma PT Kalbe Farma Tbk.

Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia ini, PT Kalbe juga memberikan bantuan berupa obat-obatan kemoterapi dan nutrisi untuk pasien kanker yang akan didonasikan kepada Yayasan Kanker Indonesia Unit DKI Jakarta.

Diakui oleh Ridwan, untuk tetap bertahan di industri yang semakin banyak pesaingnya ini tentunuya tidak lepas dari tantangan. “Inovasi dan efisiensi menjadi tantangan terbesar bagi kami. mengapa efisiensi? Karena kita tahu bahwa situasinya saat ini produk-produk dituntut lebih efisien dan terjangkau agar lebih ekonomis. Itu artinya company pun harus lebih efisien lagi,” lanjutnya.

Namun, tantangan yang ada ini menjadi salah satu strategi bagi Kalbe untuk bertahan dan tetap eksis hingga saat ini di usianya yang hampir menginjak 50 tahun. Inovasi menjadi strategi andalan Kalbe, baik dalam hal service atau pelayanan dan produk tentunya.

Komiteman Kalbe terhadap dunia kesehatan juga semakin diperkuat dengan adanya pabrik Onkologi dalam rangka penyediaan obat kanker bermutudengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Ridwan,  hal lain yang tak kalah penting adalah dengan penerapan CSR perusahaan. Seperti pelaksanaan Hari Kanker Sedunia yang dilaksanakan pada 14 Februari 2016 lalu, pengobatan gratis, sepat tanggap dalam bencana dan kegiatan lainnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)