Kampanye Inspiring Movement Menggalang Partisipasi Individu dan Kelompok

Wardah, brand kosmetik yang berada di bawah payung PT.Paragon Technology and Innovation, merilis kampanye Wardah Inspiring Movement (WIM)  di Jakarta  ((15/8/2018) di Jakarta. WIM merupakan sebuah gerakan yang memayungi empat bidang CSR Wardah, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan,dan lingkungan.

Berbeda dengan program CSR lain, WIM mengedepankan partisipasi individu, komunitas, dan organisasi untuk dapat bergabung dan menjalankan program-program CSR tersebut.

Salman Subakat, Chief Marketing Officer PT Paragon Technology and Innovation, mengatakan, selama lebih dari lima tahun terakhir, pihaknya telah berkolaborasi dengan puluhan organisasi, yayasan, maupun gerakan di Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan CSR. Sayangnya, kegiatan-kegiatan tersebut cenderung berdiri sendiri-sendiri, sehingga dampaknya kurang terasa. “Kami memperkenalkan WIM untuk menyelaraskan pengimplementasian 4 pilar CSR Wardah. Harapannya kegiatan yang dijalankan lebih membawa hasil dan lebih besar lagi bagi Indonesia,” ujarnya.

Adapun fokus 4 bidang CSR yang akan dijalankan oleh Wardah meliputi Bidang pendidikan, yakni dengan pemberian kesempatan belajar bagi semua orang. Mulai dari pemberian beasiswa bagi para mahasiswa, pemberian pelatihan untuk guru, dan program pendidikan keluarga. Sementara di bidang kesehatan, meliputi kegiatan edukasi dan deteksi dini untuk penyakit kanker serviks dan payudara, serta bantuan pengobatan dan dana operasional rumah singgah untuk penyakit anak. Lainnya, di bidang pemberdayaan perempuan yakni pemberdayaan untuk menjadi wiraswasta, dan yang terakhir di bidang lingkungan adalah program pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Untuk menggaet individu maupun organisasi dalam keterlibatan CSR, brand meluncurkan microsite bertema Kebaikan Hati untuk Negeri. Microsite ini memungkinkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan CSR Wardah, baik secara offline maupun online. Sebagai contoh, masyarakat dapat mendaftarkan diri menjadi relawan, ataupun mengirimkan konten edukatif dan inspiratif yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta lingkungan, baik dalam bentuk video, artikel, maupun gambar. Nantinya, tim akan mengurasi konten-konten yang masuk dan menampilkan konten-konten terpilih di microsite, serta membagikannya secara offline melalui program-program offline Wardah kepada mereka yang membutuhkan.

Salman menambahkan, Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia dengan jiwa sosial yang tinggi. Hanya saja, banyak orang yang tidak memiliki tempat untuk mengaktualisasikannya. “Berangkat dari alasan ini, kami berusaha untuk menghadirkan wadah yang dapat melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial yang kami miliki. Kami percaya, kumpulan kontribusi-kontribusi sederhana dapat menjadi sebuah kontribusi besar jika kita lakukan bersama,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang berpartisipasi, brand akan memilih partisipan dengan konten online paling kreatif dan inspiratif ataupun partisipan dengan jumlah partisipasi kegiatan offline terbanyak untuk menjadi Duta Wardah Inspiring Movement.

Priska Ponggawa, Co-founder Waterhouse Project, mengatakan organisasi non profit yang didirikannya memiliki kesamaan visi dengan kampanye WIM yakni menonjolkan sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan. “Kami adalah organisasi non-profit yang menyediakan akses air bersih bagi daerah yang tidak terjangkau air seperti di Sumba Timur dengan 500 kepala keluarga. Nah, dengan pengadaan air, tentunya memberikan pemberdayaan kepada perempuan. Mereka jadi bisa lebih banyak bercocok tanam dan melakukan edukasi, sementara itu masyarakat jadi lebih sehat dengan adanya keterjangkauan air, dan yang terakhir anak-anak jadi bisa lebih fokus untuk belajar, mereka tidak perlu mengambil air dengan jarak tempuh yang jauh.”

Najeela Shihab, Inisiator Gerakan Semua Murid Semua Guru, menambahkan,  program kolaborasi dengan  Wardah adalah Kirim Budi. Ini merupakan gerakan mengirim 10.000 flashdisk yang berisi ratusan video berbagai profesi, yang nantinya disebarkan ke plosok negeri. Saat ini tercatat ada 48.000 sekolah yang telah menerima flashdisk tersebut. “Program ini diharapkan dapat menginspirasi anak-anak bahwa ada begitu banyak profesi yang mereka bisa pilih dan wujudkan,” ujarnya. Untuk mendukung gerakan ini, Wardah berperan sebagai penyedia talenta untuk content video dan memberikan sejumlah dana untuk pembelian flashdisk.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)