Kepedulian Djarum pada Dunia Pendidikan

Indonesia adalah negara kepulauan yang tersusun dari 13.466 pulau besar dan kecil, dihubungkan oleh berbagai selat dan laut. Luas perairan Indonesia mendekati 70% dari luas keseluruhan Indonesia.

Berangkat dari kondisi geografis tersebut, Presiden Jokowi menitikberatkan sektor maritim pada salah satu program kerjanya, yaitu dengan membangun tol laut. Yang dimaksud tol laut adalah memaksimalkan layanan berbagai sarana transportasi laut, seperti pelabuhan, kapal, dan sistem logistik maritim yang berputar secara periodik dari satu pelabuhan utama ke pelabuhan utama lainnya di Indonesia.

Djarum Foundation

Bila kapal-kapal tersebut rutin berlayar maka harga kebutuhan di berbagai pulau di Indonesia tidak akan banyak perbedaan. Untuk mewujudkan tol laut ini, 5 pelabuhan penting di Indonesia akan dikembangkan dalam 4 tahun mendatang. Serta, dibutuhkan setidaknya 83 kapal kontainer besar, 500 kapal rakyat dan 26 kapal perintis.

Sayangnya, luas kawasan laut Indonesia belum dibarengi dengan kekuatan sumber daya manusia untuk mengelolanya. Kementerian Perhubungan RI mencatat, sekolah pendidikan kepelautan di Indonesia saat ini hanya mampu menghasilkan 5% lulusan dari 69.000 pelaut yang dibutuhkan.

Keterbatasan SDM di bidang kepelautan mendorong Djarum Foundation untuk memberikan kontribusinya secara nyata. Melalui program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, Djarum Foundation menggandeng PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesi (SMBCI) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation(SMBC), salah satu institusi perbankan terbesar di Jepang dan anak usahanya, tengah berupaya mencetak pelaut profesional guna mencukupi kebutuhan tersebut.

Langkah awal dilakukan Djarum Foundation bersama SMBCI dan SMBC dengan melaksanakan Nota Kesepakatan (MoU) guna meningkatkan inisiatif sosial di Indonesia. Pada tahap awal ini, mereka melakukan inisiatif bersama dengan membuka 2 paket keahlian pada program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya, Kudus, Jawa Tengah, yaitu paket keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Seluruh paket keahlian pada program studi ini mengacu pada standard kurikulum dari International Maritime Organization (IMO).

“Penandatangan MoU dengan Djarum Foundation ini membuktikan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang sosial di Indonesia yang merupakan salah satu negara utama tujuan investasi kami dan di mana kami pun bertujuan untuk mewujudkan full banking service,” ujar Masayuki Shimura, Presiden Komisaris SMBCI dan Managing Director, Head of Asia Pacific Division and Emerging Market Business Division SMBC.

Ia menambahkan, pada kerja sama awal ini pihaknya mendukung pembangunan sumber daya manusia di bidang kepelautan agar menjadi tenaga kerja professional dan berkualitas melalui dukungan pihaknya pada sekolah kejuruan.

Dengan penandatanganan MoU tersebut, menjadikan SMK Wisudha Karya menjadi satu‐satunya sekolah pelayaran tingkat SMK di Indonesia yang memiliki fasilitas Full Mission Bridge Simulator. Sekolah ini mempersiapkan perwira muda di bidang navigasi kapal niaga melalui paket keahlian Nautika Kapal Niaga. Para calon perwira muda ini dibekali dengan dasar ilmu kepelautan selama 3 tahun, ditambah dengan praktek kerja selama 1 tahun. Lulusannya sendiri akan mendapatkan sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV, atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.

Paket keahlian lainnnya adalah Teknika Kapal Niaga. Dilengkapi dengan ruang mesin kapal, para calon perwira muda disiapkan untuk menjadi ahli pemesinan kapal niaga. Dengan masa studi yang sama, lulusannya akan mendapatkan sertifikat Ahli teknika Tingkat IV, atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.

“Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah sejak tiga tahun lalu atau tepatnya tahun 2012. Dalam program ini, kami fokus mengembangkan beberapa paket keahlian pilihan pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, seperti Teknologi Informasi, Teknik Pemesinan, Kuliner, dan Fashion,” ujar Progam Director Djarum Primadi H. Serad. Selanjutnya, Primadi mengungkapkan bahwa bidang Pelayaran merupakan salah satu paket keahlian unggulan yang dikembangkan bersama SMBC. “Lulusan SMK Pelayaran yang tersertifikasi bisa mendapatkan gaji 12–15 juta jika bekerja di kapal berbendera Indonesia. Jika bekerja di kapal asing, mereka bisa mendapatkan gaji awal lebih dari 30 juta rupiah per bulan,” ujarnya.

Menurut Primadi, dengan dibukanya program studi pelayaran ini, selain dapat mendukung Acara penandatanganan MoU dan peresmian program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2015.

Selain perwakilan dari SMB dan Djarum Foundation, hadir pula H. Musthofa selaku Bupati Kudus dan Capt. Weku Frederik Karuntu MM., Kepala Sub Divisi Kepelautan dari Kementerian Perhubungan RI.program Pemerintah di bidang maritim, juga dapat meningkatkan peran Indonesia sebagai penghubung jalur perdagangan dunia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)