KFC Indonesia Gagas Gerakan #NoStrawMovement

Bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, tim PT Fast Food Indonesia (KFC Indonesia) bersama Divers Clean Action hari ini (11/5/2017) melakukan pembersihan sedotan di pesisir pantai. Hal ini dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Terumbu Karang Internasional. Kegiatan ini terkait program KFC Indonesia mencanangkan gerakan pengurangan penggunaan sedotan plastik sekali pakai melalui gerakan #Nostrawmovement sebagai komitmen kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.

Melalui gerakan #Nostrawmovement, KFC Indonesia mengajak konsumen untuk turut peduli kepada keselamatan laut dan kehidupannya dengan menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran KFC atau di manapun mereka menikmati minuman.

Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia, menjelaskan, sedotan merupakan penyumbang sampah laut terbesar kelima di dunia. Melihat fakta tersebut pihaknya tergerak untuk mengajak konsumen untuk menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran KFC maupun yang lain. Sebab, faktanya sedotan tidak dapat didaur ulang dan sebagian besar sampah sedotan hanya akan berakhir di pembuangan atau laut.

“Untuk mendukung gerakan ini, gerai-gerai KFC tidak menyediakan dispenser sedotan, dan bagi konsumen yang memang membutuhkan sedotan dapat meminta kepada kasir kami,” tambah Hendra.

Selain fakta bahwa sedotan merupakan penyumbang sampah laut terbesar kelima di dunia, menurut data yang ditemukan oleh Jambeck (2015), ternyata Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 1,29 juta ton per tahun.

Sedangnya menurut data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action, perkiraan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang yang berasal dari restoran, minuman kemasan dan sumber lainnya (packed straw) di mana 93.244.857 sedotan
tersebut dapat disetarakan dengan 16.784K Km atau sama dengan dengan jarak yang ditempuh dari Jakarta ke Mexico City, atau jika dihitung per minggu maka pemakaian sedotan mencapai 117.449 Km yang artinya setara dengan 3 kali keliling bumi.

Bekerja sama dengan Divers Clean Action, organisasi penyelam muda yang peduli terhadap masalah pencemaran & sampah laut yang mempunyai misi mengurangi sampah di perairan Indonesia, pada Hari Terumbu Karang Internasional ini selain mencanangkan gerakan #Nostrawmovement KFC Indonesia juga akan melakukan aksi membersihkan sampah di bawah laut dan pantai di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai lokasi bermuaranya sampah yang berasal dari Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Swietenia Puspa Lestari, pengagas Divers Clean Action (DCA) yang juga sering menjadi pembicara pada forum peduli lingkungan, mengatakan, menurut data dari United Nations Development Programme (2016) dari total luas terumbu karang di Indonesia yang mencapai 2,5 juta hektar ternyata 68% areanya buruk kualitas terumbu karangnya.

Sementara, di Teluk Jakarta hanya 2% dari terumbu karang yang dalam kondisi baik akibat pencemaran dan limbah plastik di laut. Padahal, Indonesia adalah penyumbang terumbu karang terbesar (76%) di Coral Triangle dunia dan merupakan pusat keanekaragaman jenis terumbu karang dunia.

Berbicara tentang sedotan plastik sekali pakai, Tenia menjelaskan bahwa berdasarkan data-data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action selama setahun ke belakang dengan melakukan sampling sampah di bawah laut dan pantai Kepulauan Seribu, rata-rata terdapat 16 Kg sampah di tiap 100 meter di perairan laut sekitar Pulau Pramuka di kedalaman 5-13 meter, dan ditemukan rata-rata 18 Kg sampah di tiap 100 meter garis pantai yang ada.

Dari keseluruhan data setelah digabungkan ternyata jumlah sampah sedotan mencapai 2.66% dari total lebih dari 300 Kg sampah yang terangkut dan terhitung dengan jelas. Hal ini tentunya sangatlah mengkhawatirkan karena sedotan plastik dapat mengganggu kehidupan ekosistem laut, seperti kasus hidung penyu yang tersangkut sedotan yang ditemukan di Costa Rica.

Sedotan plastik sendiri juga terbuat dari polypropylene dan didesain untuk tahan seumur hidup sehingga butuh waktu yang sangat lama untuk dapat hancur dan terurai.

Melalui gerakan #Nostrawmovement ini, KFC Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran konsumen untuk lebih peduli sehingga sampah plastik terutama sedotan plastik sekali pakai akan semakin berkurang demi menyelamatkan laut dan kehidupan di dalamnya.

Gerakan #Nostrawmovement ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial atau CSR PT Fast Food Indonesia yang memang fokus pada lingkungan dan pendidikan serta nutrisi anak-anak pedalaman Indonesia.

Dalam semua kegiatan tanggung jawab sosialnya, KFC Indonesia berusaha untuk menggandeng komunitas anak muda, yang merupakan target utama KFC Indonesia, yang memiliki misi dan visi yang sama dengan KFC.

Setelah tahun 2016, KFC Indonesia memulai kerja samanya dengan Komunitas 1.000 Guru untuk membantu pendidikan dan nutrisi anak-anak pedalaman Indonesia melalui Smart Center Project, maka kali ini KFC Indonesia menggandeng Divers Clean Action untuk membersihkan sedotan di pesisir Pulau Pramuka. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)